Harga Beras Naik, Efek Gagal Panen dan Kemarau Panjang

 

BENGKULU, eWarta.co – Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon, menanggapi keluhan masyarakat terkait tinggi harga beras dan kebutuhan pokok yang kian menyulitkan.

Rizon membeberkan, kenaikan harga beras dipicu dengan tingginya harga gabah saat ini. Karena beberapa bulan lalu terjadinya musibah el nino, yaitu kemarau panjang hampir mencapai 6 bulan.

Obb/Ist

“Beberapa bulan lalu kita sempat menunda tanam, karena adanya musibah el nino di daerah kita, yaitu kemarau panjang selama 6 bulan. Sehingga masyarakat kita saat ini baru memulai menanam,” ungkapnya.

Rizon berharap dalwam waktu tiga atau empat bulan ke depan harga gabah bisa stabil kembali, sehingga bisa menurunnya harga beras di Provinsi Bengkulu, Senin (12/02/2024) lalu.

Dikatakannya, kenaikan harga beras saat ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bengkulu, bagaimana untuk menekan inflasi tersebut.

“Nah, tiap hari Senin itu kita selalu melakukan zoom meeting dengan Kemendagri dan pihak terkait, untuk membahas harga yang memicu inflasi itu. Sehingga bisa mengurangi tingkat inflasi di Provinsi Bengkulu,” katanya.

Salah satu alternatif, kita akan menggandeng bulog dan stakeholder untuk melaksanakan operasi pasar murah segera.

“Peran kita mencarikan solusi dan meningkatkan hasil produksi terhadap bahan - bahan yang memicu tingginya inflasi akibat kenaikan harga seperti, bawang, cabe dan termasuk bahan pokok lainnya,” tutup Rizon.