BENGKULU,eWARTA.co -- Bupati Bitar Hj. Rini Syarifah menerima kunjungan Kerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan TB. Haeru Rahayu bertempat di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Wisata Pantai Tambakrejo Kecamatan Wonotirto, Sabtu (20/11/2021).
Hadir dalam acara kunjungan tersebut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dr.Ir.Dyah Wahyu Ermawati, MA, Kepala Bakorwil Malang, Ir. Budi Sarwoto, MM Kepala Cabang Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Blitar di Madiun dan Kepala OPD Kabupaten Blitar.
Dalam sambutanya Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah mengatakan memperingati Hari Ikan Nasional (Harkanas) yang ke-8 dan Gebyar Nelayan bermanfaat, lebih mendorong semangat dalam mengelola potensi ikan laut.
“Sesuai tema Peringatan Hari Ikan Nasional ke-8 Tahun 2021, “Ikan Untuk Generasi Tangguh dan Unggul, kita harus membudayakan makan ikan sejak dini karena banyaknya kandungan gizi yang terdapat pada ikan,” jelas Rini Syarifah.
Untuk selanjutnya Bupati Blitar menerangkan, Ikan sangat memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam bidang ekonomi serta pangan dan gizi untuk masyarakat, Melalui Peringatan Harkanas yang jatuh pada tanggal 21 November ini, hendaknya dapat dijadikan momentum oleh pemerintah.
Bupati Blitar Rini Syarifah mengharapkan dalam menghentakan kesadaran masyarakat terhadap peran penting sektor kelautan dan perikanan dalam pembangunan secara menyeluruh, baik aspek ekonomi, politik, sosial, budaya, pangan, pelestarian lingkungan maupun sumber daya manusia.
“Untuk diketahui bahwa Kabupaten Blitar mempunyai panjang pantai 45 km dengan potensi sumberdaya ikannya sebesar 52.000ton/tahun, hasil tangkap nelayan diantaranya tuna, cakalang, tongkol, kakap merah, lobster, gurita,tengiri dan lain – lain, sarana prasarana nelayan berupa Tempat Pendaratan Ikan untuk menampung hasil tangkap nelayan di 9 pantai, dan juga 1 Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan 1 Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai,” ucapnya.
Secara demografis masih kata Mak Rini, di Kabupaten Blitar ada 1.367 orang berpendapatan dari sektor perikanan, masing-masing sebanyak 1.120 perikanan perairan laut orang dan 247 orang dari perairan umum daratan.
Untuk nelayan tangkap memiliki Kapal 299 unit terdiri dari 258 unit kapal untuk perairan laut dan 41 unit untuk perairan umum daratan. Kapal yang ada myoritas berukuran kecil dibawah 5 GT, sedangkan yang berukuran di atas 10 GT ada 19 Kapal.
"Potensi sumberdaya perikanan ini masih sangat perlu untuk dioptimalkan. Apabila kita bandingkan antara potensi lestari sumberdaya ikan dengan fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia tidak seimbang, sehingga diperlukan perluasan kolam labuh dan apabila memungkinkan pembangunan pelabuhan pendaratan ikan di pantai lain,” imbuhnya.
Sebenarnya Harkanas tidak ada yang khusus, hanya untuk mendorong kepada masyarakat agar lebih meningkatkan gemar makan, melek makan ikan, angka stanting Nasional sudah 27 persen sedangkan Kabupaten Blitar masih 13,8 persen, harus diturukan 1 digit dulu.
"Kami berpesan kepada Bupati untuk menekan angka stanting agar masyarakat tau pentingnya makan ikan, melek makan ikan dimulai sejak awal dari ibu melahirkan,” ungkap Dirjend," tutupnya. (Adv/kmf/Bas)









