BENGKULU, eWarta.co – Insiden perampasan telepon genggam (HP) milik seorang wartawati mewarnai dugaan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Zakat, Kota Bengkulu, Minggu (29/3/2026) sore. Pelaku perampasan diduga merupakan oknum Ketua RT sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Peristiwa bermula saat wartawati berinisial Ynt berusaha mengabadikan ketegangan antara pedagang asongan dengan oknum berinisial AU. Ketegangan dipicu oleh penarikan iuran paksa sebesar Rp50.000 kepada para pedagang yang berjualan di area pantai.
Salah satu pedagang permainan anak di lokasi mengaku keberatan dengan pungutan tersebut. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada iuran dalam bentuk apa pun bagi pedagang kecil di sana. Penolakan pedagang inilah yang memicu cekcok mulut.
Ynt yang berada di lokasi segera menjalankan tugas jurnalistiknya dengan merekam adu mulut tersebut. Terlebih, oknum AU sempat melontarkan pernyataan bahwa pungutan tersebut telah mengantongi izin dari pihak kepolisian.
"Naluri saya sebagai wartawan langsung bekerja, apalagi saat mendengar klaim bahwa pungutan itu legal dan seizin polisi," ujar Ynt saat dikonfirmasi, Minggu sore.
Namun, aksi peliputan tersebut justru memicu kemarahan AU. Oknum tersebut diduga merampas HP milik Ynt dan memaksa korban menghapus rekaman video. Tak hanya itu, AU juga melontarkan ancaman akan melaporkan sang wartawati ke polisi sebelum akhirnya situasi mereda setelah aparat tiba di lokasi.
Petugas kepolisian yang dipimpin AKP Nopri segera turun ke lapangan untuk mengendalikan situasi. Ia membenarkan adanya laporan mengenai oknum yang meminta iuran kepada pedagang dengan dalih uang kebersihan kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, serta Lurah Bajak, Andi Safril, belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.
Insiden ini menambah daftar panjang dugaan praktik pungli di kawasan wisata unggulan Bengkulu sekaligus menjadi catatan serius bagi perlindungan kemerdekaan pers dan kerja jurnalistik di lapangan.
Penulis: Wh
Foto: Suasana ketegangan di Pantai Zakat saat pihak kepolisian mencoba menengahi keributan.









