Bengkulu - Dempo Xler, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, mendorong penerapan P5 (Penguatan Profil Pelajar Pancasila) sebagai metode pembelajaran lintas disiplin ilmu. P5 dirancang untuk melibatkan siswa dalam mengamati dan merumuskan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar, guna menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
P5 menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter mereka sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam era pendidikan yang terus berkembang, P5 menjadi strategi yang efektif untuk memberikan siswa pengalaman belajar yang holistik.
Dalam komentarnya, Dempo Xler menyatakan, "Penerapan P5 di satuan pendidikan akan membawa dampak positif bagi perkembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Pembelajaran lintas disiplin ilmu akan merangsang kreativitas, kepekaan sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar."

Ia menekankan bahwa P5 tidak hanya sebatas metode pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya untuk membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran sosial dan kemampuan berpikir kritis. P5 menjadi wadah bagi siswa untuk melibatkan diri dalam pemecahan masalah nyata di sekitar mereka, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif.
Dempo Xler berharap agar penerapan P5 dapat merambah lebih banyak satuan pendidikan di Provinsi Bengkulu. "Dengan demikian, kita dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata pada masyarakat dan lingkungan," katanya.
Penerapan P5 di satuan pendidikan menjadi langkah progresif dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter, keterampilan, dan rasa tanggung jawab sosial siswa. (Red/adv)









