Balita Pengidap Hydrosepalus Butuh Bantuan

Kondisi Riski masih dalam perawatan di RSUD Rejang Lebong
Create: Sun, 28/10/2018 - 22:56
Author: Redaksi

 

eWartanews.co - Riski Aditya(21 bulan), warga jalan Kirta Kencana, perumahan TK Perwanida, RT 06 RW 03 Kelurahan Banyumas, Curup Tengah didiagnosa mengidap hydrosepalus dan membutuhkan dana untuk berobat.

Sejak Sabtu (27/10) terkulai lemas di ruang Mawar Kelas II RSUD Curup, karena pembengkakan pada bagian kepala terus mengalami pembesaran.

Buah hati pasangan Abdul Azis (35) dan Tita Lestari (35) ini sarankan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Mohamad Husein Palembang, namun masih terkendala biaya.

Ia hanya tinggal di perumahan TK itu bersama dengan ibunya, Tita dan kakaknya Nabil Rahmadani (13) yang masih duduk di kelas I SMP.

Sedangkan ayahnya berada di Lapas Kelas II A Curup karena tersandung kasus narkoba.

“Sejak mengandung selalu berusaha memenuhi kebutuhan gizinya, dengan minum susu dan makanan bergizi serta memeriksakan kandungannya ke bidan,” kata Tita.

Bahkan pada saat lahir di bidan Hartati di Kelurahan Karang Anyar, Curup Timur, Riski tergolong bayi yang berukuran besar. Dengan panjang 52 Cm dan berat badannya mencapai 4,2 Kg. Hingga usianya 1,7 tahun, berat badan Riski sudah mencapai 13 Kg, tapi sejak dua bulan terakhir sekarang turun tinggal 10,4 kilo saja.

"Sebelumnya sih sehat sehat saja, setelah Riski terjatuh kepalanya miring, dibawa kedokter saraf tetapi tidak ada perubahan sehingga diterapi di RSUD Curup sampai 2 kali," kata Tita.

Sejak saat itu, Riski sudah tidak bisa berjalan lagi, bahkan sejak sebulan terakhir untuk duduk pun Riski sudah tidak mampu.

Lalu tiba-tiba pada hari Sabtu (27/10) mata Riski belong (melihat kesamping) dan membuat Tita panik, hingga kemudian dibawa ke RSUD Curup. Hasil pengecekan dokter, Riski didiagnosa menderita Hydrocepalus karena adanya penyumbatan pada pembuluh cairan ke kepalanya.

Padahal biasanya penyakit ini merupakan penyakit bawaan sejak dalam kandungan atau saat lahir. Akhirnya Riski, di rujuk ke Palembang.

Sebelumnya, ayah Riski hanya berprofesi sebagai pedagang alpukat dan ibunya tidak memiliki pekerjaan, bahkan untuk BPJSnya sendiri baru didaftarkan. Saat ini Riski masih berada di ruang perawatan yang sama.

Bagi masyarakat atau donatur yang ingin membantu meringankan biaya pengobatan bisa langsung ke RSUD Curup atau menghubungi ibunya di nomor 081367085075.

“Besar harapan saya agar Riski bisa dibawa ke Pelembang, karena bagian kepala terus membesar. Tetapi tidak ada dana untuk membawa kesana,” tutup Tita.