Banyak Makan Korban, Dishub Minta Speed Trapp Dibongkar

Foto, Ilustrasi
Create: Tue, 09/07/2019 - 20:48
Author: Redaksi
Tags

 

SULSEL, ewarta.co - Pengguna jalan di Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan, pengguna jalan dan warga mengeluhkan polisi tidur (speed trap) yang sudah sering membahayakan pengendara yang melintas bahkan tak sedikit pengendara yang terjatuh.

Dalam beberapa hari ini saja dibuat sudah puluhan pengendara terjatuh apalagi ini Speed trapp (lebih dikenal polisi tidur) dibuat tanpa seizin Dinas Perhubungan (Dishub) Luwu Utara.

Bahkan, sudah beberapa pengendara yang menjadi korban patah, luka baik ringan maupun luka berat.

Warga Kelurahan Kappuna yang berprofesi sebagai tukang kayu, terdapat polisi tidur di depan rumahnya mengatakan, bahwa sudah beberapa pengendara yang jatuh disitu, semuanya mengalami luka serius dan motor mereka juga rusak karena terjatuh akibat tingginya polisi tidur yang dibuat warga, tanpa izin dari Dishub.

"Ya, banyak warga yang mengeluhkan pembangunan polisi tidur tersebut, karena mereka tidak tahu, adanya pembangunan polisi tidur di sana, lagian pembangunan cukup tinggi," terang Anti.

Dikatakannya lagi, seharusnya di jalan ini tidak dibenarkan memasang polisi tidur, karena rawan kecelakaan. Seperti yang dialami oleh salah seorang warga dari dusun Pangalli Desa Dandang Kecamatan Sabbang Selatan Lutra yakni, Yus kemarin sore dirinya terjatuh, hingga mengalami luka cukup serius serta kaki kanannya tak bisa diangkat.

Anti meminta kepada pengguna jalan yang akan melintas lebih berhati-hati karena jika sore hari polisi tidur tersebut kurang kelihatan," tuturnya.

"Sementara itu Kapolres Luwu Utara, AKBP Boyke FS Samola akan menghubungi Dinas Perhubungan untuk menanyakan keberadaan Speed trap itu, apakah Dishub yang bangun atau warga, karena banyak laporan jika itu sering membuat pengendara terjatuh dan sangat membahayakan," ucap Kapolres singkat.

Di lain sisi, Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Hakim Bukara saat dikonfirmasi media ini membenarkan kemarin ada warga dari Desa Dandang Kecamatan Sabbang Selatan yang jatuh dan mengalami luka serius, dahinya bengkak, luka kaki, tangan luka terkelupas serta kakinya tak bisa diangkat mungkin keseleo,"tuturnya.

"Sudah kami perintahkan anggota untuk melihat polisi tidur itu dan segera untuk membongkarnya, semuanya akan kita bongkar jika membahayakan jiwa, kita juga akan lihat ukuran dan lebar polisi tidurnya," pungkas Hakim Bukara. (YB)