SELUMA, eWarta.co -- Pembangunan jembatan beton sentra produksi dikhususkan untuk kendaraan roda dua di Desa Ujung Padang Kecamatan Semidang Alas Maras terkesan di buat asal jadi.
Namun dalam dalam pembuatan jembatan beton untuk kendaraan roda dua yang menghabiskan biaya bersumberkan dari Dana Desa (DD) sebesar Rp 55.417.000, dengan volume 10m X 1,7m tersebut belum genap 1 bulan sudah ambruk.

Dengan demikian pembuatan jembatan tersebut diduga tidak memperhitungkan faktor penting pembuatan seperti kekuatan dan keamanan struktur, serta ketahanan.
Selain diduga ada kesalahan dalam kontruksi, hal ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari pejabat pembuat komitmen (PPK) dan konsultan sehingga pembangunannya tidak sesuai dengan apa yang diharapan.
Relonan, Kepala Desa Ujung Padang Kecamatan Semidang Alas Maras saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, lantai jembatan mengalami penurunan.
"Saat dikonfirmasi Kades membenarkan Masalah itu, itu belum layak dan itu belum saya terima, dan masih dalam tahapan pengerjaan," sampainya, Minggu (20/7/2025).
Diketahui, lantai jembatan saat ini sudah mengalami penurunan dan sudah menyentuh air, sehingga hal ini dapat membahayakan bagi penguna jembatan.
Dijelaskan, Pembuatan jembatan beton harus memperhitungkan beberapa faktor penting. Faktor-faktor ini meliputi kekuatan dan keamanan struktur, kemudahan pelaksanaan dan pemeliharaan, ketahanan, aspek ekonomi, dan juga estetika.
Selain itu, faktor lingkungan seperti beban lalu lintas, serta faktor yang lainnya.
"Itu belum sesuai dengan spesifikasi, bakal diperbaiki, itu kan belum Serah terima dengan masyarakat, kalau itu sudah aku terima dan sudah Serah terima dengan masyarakat baru berarti itu kesalahan aku,"kata Leronan Kades Ujung Padang.
Sementara, warga setempat mengeluhkan dan mempertanyakan kontruksi jembatan yang dikerjakan asal-asalan dan terkesan asal jadi tanpa memperhitungkan segi keamanan dan ketahanan.
"Bener, jembatan itu dibangun belum ada satu bulan, tetapi sudah ambles (ambruk) kita sebagai warga mempertanyakan itu, dan meminta kepada pemerintah Desa untuk segera memperbaiki dan menyelesaikan pekerjaan, mengingat, itu akses bagi warga yang akan pergi ke kebun,"sampsinya. (Rns)









