BENGKULU,eWARTA.co -- Pengurus Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten dan Kota menetapkan besaran zakat fitrah Idul Fitri 1442 hijriah dengan klasifikasi tertinggi Rp35.000 hingga Rp43.000 perorang, sedang Rp21.000 hingga Rp30.000 perorang serta rendah Rp19.000 hingga Rp25.000 perorang.
Sementara itu apabila ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 25 kilo gram atau 3,5 liter per-jiwa, setara 10 canting per orang dengan kualitas beras atau makanan pokok sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari.
‘’Klasifikasinya juga tergantung pada daerah masing-masing. Yang jelas, zakat ini adalah untuk membantu masyarakat terutama para mustahiq dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,’’ kata Kepala Kemenag Provinsi Bengkulu, Zahdi Taher, Minggu (9/5/21).
Dalam pelaksanaan penyaluran zakat, Zahdi mengingatkan agar dilakukan tanpa menimbulkan kerumunan.
‘’Panitia zakat di musala atau masjid untuk menerapkan protokol kesehatan dalam penerimaan dan penyaluran zakat, dan menghindari kerumunan massa,’’ kata Zahdi.
Ditegaskan Zahdi, sesuai dengan petunjuk dari Menag RI, pihaknya akan memonitor dan memastikan pengumpulan dan penyaluran Zakat,Infak dan Sedekah (ZIS) dapat dilakukan melalui masjid atau musala dengan memperhatikan protokol kesehatan.
‘’Kami akan turunkan tim untuk memonitor, karena berdasarkan arahan Menag RI bahwa para pengelola ZIS untuk memaksimalkan pelayanan melalui electronic channel dengan membuka rekening pembayaran zakat dari muzaki,’’ tegas Zahdi.
Apalagi diakui Zahdi, Kemenag memiliki peran yang sangat besar dan menjadi ujung tombak dalam menekan angka penularan COVID-19 di Indonesia, khususnya di penghujung Ramadan dan menyambut Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M, seperti komitmen Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.
‘’Karenannya, kami akan terus melakukan pengawasan dan pemantauan lapangan secara maksimal dengan melibatkan para Penyuluh Agama dan KUA Kecamatan untuk mengintensifkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri yang berlangsung dalam situasi pandemi,” ungkap Zahdi. (Bisri)









