Ewarta.co – Bunga Rafflesia Arnoldi kembali ditemukan oleh sejumlah pemuda desa setempat yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Lubuk Sandi Family (LSF), ketika sedang mekar di Desa Cawang Kecamatan Lubuk Sandi, Oktober 2018.
Salah seorang pemuda Desa Rena Panjang Kecamatan Lubuk Sandi M. Zendra (23) mengatakan, untuk menjangkau lokasi bunga Rafflesia Arnoldi, membutuhkan waktu selama 25 menit dengan berjalan kaki melewati perkebunan warga dikawasan HPT dari Desa Cawang.
“Untuk menuju lokasi dari Desa Cawang hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit, dengan berjalan kaki," terang M. Zendra.
Bunga raksasa dengan warna khas corak merah darah ini, tumbuh dibawah pohon dengan diameter sekitar 80 cm. Bahkan, 1 knop bunga Rafflesia Arnoldi yang berada persis di belakangnya juga diketahui bakal mekar beberapa hari kedepan.
Para pemuda yang peduli akan kelestarian alam ini, berusaha menjaga bunga yang dijadikan ikon Propinsi Bengkulu dengan membuat pagar pengaman, agar tidak terusik oleh tangan jahil.
Sementara itu, untuk melestarikan keberadaan bunga Rafflesia Arnoldi ini, petugas BKSDA Seksi wilayah II Seluma tetap akan melibatkan masyarakat sekitar untuk turut serta menjaganya.
“kita berdayakan, dengan dukungan masyarakat setempat mari bersama-sama menjaga hutan dan melestarikan flora langka yang sudah menjadi ikon Propinsi Bengkulu ini," terang Darwis Saragih Kepala BKSDA Seksi wilayah II Seluma.









