Bupati Jember Sesalkan Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Bangsalsari, Satgas Selidiki Sampel Makanan

 

JEMBER, eWarta.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember dinodai insiden diduga keracunan massal. Puluhan penerima manfaat terpaksa dilarikan ke puskesmas setempat setelah menyantap menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Selasa (14/7/2026).

​Kasus ini langsung mendapat atensi serius dari Bupati Jember, Gus Fawait, setelah menerima laporan resmi pada Rabu malam (15/7/2026).

​Plt Sekda yang juga Ketua Satgas MBG Jember, Ahmad Imam Fauzi, membeberkan kronologi penanganan kasus tersebut. Laporan pertama kali diterima dari Camat Bangsalsari selaku Koordinator Kecamatan MBG pada Selasa malam, disusul informasi yang mulai ramai diperbincangkan publik pada Rabu kemarin.

​Merespons kejadian ini, Bupati Jember, Gus Fawait langsung menginstruksikan langkah cepat tanggap untuk menangani para korban.

​"Bupati sangat menyesalkan kejadian tersebut," tegas Ahmad Imam Fauzi, Kamis (16/7/2026).

​Ada dua instruksi utama yang dikeluarkan oleh Bupati:

​* Penyelamatan Korban: Memberikan pelayanan kesehatan terbaik secara gratis di fasilitas kesehatan setempat.

​* Pengamanan Bukti: Meminta Camat Bangsalsari meninjau lapangan guna memastikan kondisi korban sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.

​Untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini, Satgas MBG Jember langsung bergerak melakukan investigasi mendalam.

​"Hari ini Tim Satgas akan tinjau lapangan untuk memastikan penyebab detailnya," kata Fauzi. Tim akan menelusuri seluruh rantai penyediaan dan sumber makanan MBG yang dikonsumsi oleh para korban.

​Meski jumlah pasti korban dan sekolah yang terdampak belum dirinci secara keseluruhan, sebagian korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas kesehatan.

​Salah satu korban yang merupakan wali murid, Siti Munawaroh, saat ini masih dirawat di Puskesmas Sukorejo. Ia menceritakan bahwa dirinya ikut mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibawa pulang oleh kedua anaknya. Kedua anaknya masing-masing bersekolah di SD Negeri Karangsono dan salah satu TK setempat.

​"Saya memperoleh makanan MBG dari anak saya," terang Siti.

​Hingga saat ini, Satgas MBG terus memastikan proses investigasi berjalan lancar agar kejadian serupa tidak terulang kembali dalam program pemenuhan gizi nasional ini. (Hafit)