Deklarasi Damai, Warga Polewali dan Pemerintah Desa Tolak Kekerasan dan Radikalisme

Kades Polewali, Ambo Ala Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan
Create: Wed, 12/06/2019 - 12:01
Author: Redaksi
Tags

 

SULSEL, ewarta.co -  Pemerintah Desa Polewali dan Warganya, Kecamatan Baebunta Selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan mendeklarasikan Cinta Damai, serta menolak segala bentuk tindakan kekerasan dan anarkis berakibat kerusuhan.

Mulai di Desa ujung tombak perlawanan intoleransi, radikalisme, dan politik adu domba.

Kepala Desa Polewali, Ambo Ala, SH berharap deklarasi melalu spanduk-spanduk yang kami pasang di Desa Polewali berharap untuk menjadi jalan atau terobosan untuk mencintai Kedamaian.

Kasat Binmas Polres Luwu Utara, AKP Wake Andi Maming bersama forum komunikasi pimpinan daerah, Camat, Kades, dan Makole Baebunta Andi Masita mendeklarasikan Luwu Utara Cinta Damai, Menolak Kekerasan, Anarkis yang berakibat jerusuhan, Intoleransi, dan Radikalisme, dengan pemasangan spandul-spanduk di rumah Kepala Desa, di rujab Camat dan di rumah Makole Baebunta.

"Deklarasi ini jangan dilihat hanya pajangan mati tapi ini penuh makna dan arti, usai pasca Pemilu serentak," ucap Andi Wake pada media ini, Rabu (12/6/2019).

Menurut Kasat Binmas Polres Luwu Utara sikap toleransi masyarakat di Luwu Utara masih tinggi dan saling menghargai satu sama lain pemeluk Agama.

“Kita harus mewaspadai dan melawan pihak-pihak yang ingin memecah belah dengan politik adu domba berkedok agama. Kita tularkan semangat ini secara nasional bahwa Luwu Utara itu adalah Indobesia mini,” pesan Andi Wake.

Sementara Kepala Desa Polewali, Ambo Ala meminta masyarakatnya untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.

“Bila memang ada keributan-keributan kecil yang membawa-bawa Agama, percayakan kepada pihak Polisi untuk menyelesaikannya agar tidak melebar,” pesan Ambo Ala, seraya menambahkan dan meminta warga untuk tidak percaya pada berbagai informasi yang tersebar di media sosial. (YS/FS)