Dewan Minta Pemprov Bengkulu Cari Solusi Angkat 524 Guru Honorer Lulus Passing Grade

 

Bengkulu, eWarta.co -- Berkenaan dengan permintaan dari 524 guru honorer, yang tergabung dalam Persatuan Guru honorer Lulus Passing Grade (PLPG) Bengkulu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Mohd Gustiadi meminta agar Pemprov Bengkulu segera mengambil langkah atas nasib dari ratusan guru honorer ini.

Pasalnya, hingga saat ini nasib mereka masih menggantung, apakah akan ada pengangkatan dalam formasi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) atau sebaliknya. 

"Segera lah ambil langkah, itu dipastikan apakah bisa diangkat ke PPPK atau tidak. Jangan seperti, tidak ada kejelasan, " tegas Edi Tiger sapaan akrab Mohd Gustiadi, Selasa (25/10/2022). 

Hal ini dikarenakan, para guru honorer yang lulus PG tesebut, didominasi guru dari luar Kota Bengkulu.

Bahkan ada yang dari Bengkulu Utara dan Mukomuko, sehingga bukan perkara mudah untuk sering ke Kota Bengkulu, hanya sekedar memastikan nasib pengangkatan mereka. 

"Kalau guru sampai demo jelas ini beban berat, sampai seorang pendidikan turun ke jalan suarakan aspirasinya. Mereka juga ada dari Mukomuko, bukan mudah untuk sampai ke sini, " jelasnya. 

Ia meminta agar dalam waktu dekat ini, Pemprov Bengkulu bisa mengambil keputusan bijak akan nasib 524 guru honorer tersebut.

Apalagi, jika melihat perjuangan dan jasa para guru honorer yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa tentunya membantu pendidikan bagi generasi bangsa. 

"Itukan sudah berapa kali mereka bolik balik. Juga honorer mereka sudah puluhan tahun, ada yang 28 tahun, ada juga yang 32 tahun, yang 6 bulan lagi pensiun," tukasnya. 

Ia berpesan agar Pemprov Bengkulu bisa bijak dalam mengambil keputusan. Apalagi, diketahui berdasarkan dari Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, diketahui dari DAU tahun 2022 ada Rp 19,3 miliar untuk penggajian PPPK.

Kemudian, Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2023 ada kenaikan Rp 28,1 miliar. 

"Anggaran juga agar bisa disesuaikan, apalagi para guru ini gaji perbulan Rp 1 juta, " imbuhnya. 

Ia juga menyesal hingga saat ini kepastian untuk proses pengangkatan 524 Guru honorer yang lulus PG tersebut tak kunjung pasti.

Padahal, untuk bisa dinyatakan lulus PG PPPK ini membutuhkan usaha dan waktu yang tidak gambang. 

"Kasian mereka, jangan digantung statusnya ini, " jelasnya. 

Untuk diketahui, Senin (17/10/2022) lalu puluhan guru honorer yang lulus PG PPPK 2021 melakukan orasi di depan Kantor Gubernur Bengkulu.

Juru bicara Guru honorer yang lulus PG seleksi PPPK 2021, Yuniana mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakpastian nasib mereka. (Adv)