BENGKULU, ewarta.co -- Menjadi kawasan perekonomian di era 90 dan 2000an, Masyarakat Bengkulu mengenal Jalan Soeprapto sebagai pusatnya Swalayan di Kota Bengkulu.
Alasannya, di kàwasan tersebut berdiri toko-toko swalayan yang cukup ternama pada era 90 dan 2000 sepertì toko Barata, Pelangi, Pasti Murah dan lain - lain.
Dari toko-toko tersebut dijual berbagai perlengkapan kebutuhan dapur rumah tangga. Hanya saja, seiring berjalanya waktu, toko-toko di kawasan soeprapto perlahan mulai menghilang bagai tergerus zaman.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Suimi Fales mengatakan, Kejayaan Kawasan Soeprapto yang hilang juga diakibat kan tingginya investor luar yang masuk ke kota Beñgkulu pada era sekarang.
"Era kejayaan kawasan soeprapto benar di tahun 90 sampai 2000an la. Sekarang kan karena berkembang zaman investor udah banyak masuk ke kota Bengkulu belum lagi mall juga kita sudah adà. Jadi toko toko tua seperti barata, pasti murah dan pelangi ya kalah dengan waktu serta zaman," ucap Suimi
Lebih Lanjut, Suimi menambahkan, kawasan soeprapto bukan tidak mungkin menjadi kawasan seperti Malioboro Jogjakarta apabila pemda juga melibatkan peran anak muda Bengkulu yang kreatif dalam menata kawasan soeprapto.
"Sekarang aja malam - malam uda ramai, UMKM dari anak muda Bengkulu, mulai dari pedagang sate taichan, pedagang bandrek, gorengan dll. Artinya kawasan itu bisa hidup kembali apabila seluruh pihak bersamà membangun kawasan soeprapto, ya bukan tidak mungkin soeprapto dapat menjadi Malioboro Jogjakarta," tutup Suimi. (Re/adv)









