SELUMA, eWarta.co -- Dalam dialog tambang emas di wilayah Kabupaten Seluma yang diadakan oleh pemerintah Daerah Seluma, peserta dialog dari Himpunan mahasiswa Seluma (Himasel) Walk out dari Acara.
Ketua Himase Rego Bangkito menjelaskan, dirnya sereta rekan Walk out dari acara Seluma berdialog dengan tema "membangun Seluma dengan investasi tambang emas" Tersebut awalnya dikarenakan dirinya merasa pihak perusahaan tidak bisa menjawab atas apa yang dirinya sampaikan mengenai kajian-kajian yuridis, kajian sosiologis empiris akibat dari adanya tambang emas di Seluma kedepannya.
Dampak positif dan negatif akan keberadaan pertambangan emas kedepannya juga harus dikaji oleh pihak perusahaan, hal ini juga perlu difikirkan bersama oleh pemerintah daerah Kabupaten Seluma, ditakutkan dengan adanya tambang emas ini nantinya menyebabkan konflik sosial, ganguan ekosistem, pencemaran air dan tanah seta Degradasi lahan dan erosi.
"Disitu tadi kami menyampaikan bahwa kami berdasarkan landasan Yuridis dan sosiologi, dan kami juga meninta kepada para pengusaha tadi atau para investor tadi, apa komitmen yang diberikan kepada masyarakat tadi, apa keuntungan yang diberikan kepada masyarakat, dan pertanyaan itu belum terjawab, " Sampainya, Rabu (22/10/2025)
Bukan hanya itu, sambung Rego Bangkito. Walk out nya himasel dari acara tersebut juga dikarenakan hak bersuara dalam dialog tersebut juga dibatasi oleh penyelengaraan acara. Dirinya berpendapat dialog biasa bejalan dengan baik apabila peserta dialog dapat menyampaikan aspirasi dengan seluas-luas mungkin.
"Tadi kami telah menginterupsi sebanyak tiga kali bahkan lebih tetapi tidak diindahkan oleh moderator, dialog itu kita harus mendengarkan satu sama lain. Untuk itu kami dari himpunan mahasiswa Seluma Walk out dari acara, kami rasa ini tidak sehat lagi, " Sambungnya.
Rego juga menyentil dalam acara dialog yang diselenggarakan di Gedung Daerah serasan seijon tersebut tidak mengundang masyarakat yang konta akan keberadaan pertambangan dan tidak mewakili seluruh elemen masyarakat. Besar harapan nantinya pemerintah daerah Seluma ataupun pihak perusahaan untuk dapat mengundang Seluma elemen lapisan masyarakat kabupaten Seluma.
"Kami meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Seluma untuk melakukan dialog yang mengajak masyarakat kabupaten Seluma baik masyarakat yang pro ataupun yang kontra. Dialog yang dilakukan saat ini hanya melibatkan mau yang mendukung saja, " Tutupnya. (Rns)









