BENGKULU,eWARTA.co -- Dihadiri Kementerian Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, cakupan vaksinasi massal tahap II di Bengkulu mencapai 880 dosis dari total sasaran 1.000 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyampaikan apresiasi bagi enam pelayanan kesehatan rumah sakit di Kota Bengkulu yang telah membantu suksesi vaksinasi COVID-19 bagi lanjut usia dan bidang pelayanan publik.
Herwan mengatakan, kendati vaksinasi sukses dilaksakan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas.
Vaksinasi, kata Herwan tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan COVID-19. Namun, pemberian vaksin berfungsi untuk memberikan kekebalan bagi tubuh, sehingga ketika sakit maka sakitnya lebih ringan.
"Dengan vaksin, kekebalan tubuh meningkat. Imun menjadi lebih kuat dan dapat meminimalisir penularan virus COVID-19," kata Herwan.
Untuk itu, lanjut Herwan bahwa tantangan dalam menghadapi pandemi ini adalah respon yang paling penting dalam mengubah perilaku masyarakat menjaga kesehatan dan manfaatkan vaksin.
Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu melaksanakan vaksinasi massal bagi petugas publik yang akan disuntik dalam waktu sehari.
Vaksinasi dilakukan di Poltekkes Bengkulu dengan melibatkan tenaga kesehatan dari fasilitas kesehatan setempat. Adapun tenaga kesehatan yang dilibatkan oleh Dinkes Bengkulu yakni dari Poltekkes Bengkulu, RS M Yunus, RS Tiara Sella, RS Ummi, RSKJ Soeprapto, dan Klinik Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Petugas publik yang disuntik merupakan pegawai dari berbagai instansi di antaranya tokoh agama, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Satpol PP, pegawai Universitas Bengkulu, IAIN, dan Universitas Terbuka.
Vaksinasi ini merupakan fase pertama penyuntikan, vaksinasi kedua dilakukan 14 hari kemudian yakni pada tanggal 25 Maret. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan dalam 14 hari virus COVID-19 akan mati sendiri.
“Jadi bahayanya tuh karena dalam periode 1 sampai 5 hari dia (SARS-CoV-2) sangat ganas menularkan. Kemudian 5 sampai 10 hari masih menulari juga, sesudahnya dia akan secara bertahap melemah dan akhirnya mati sesudah 14 hari,” kata Menkes Budi Gunadi.
Strategi menghadapi pandemi COVID-19, kata Menkes adalah mencegah terjadinya penularan. Dalam 14 hari jangan sampai menularkan ke orang lain. Semakin banyak penularan akan memperbanyak jumlah kasus positif, Budi mengungkapkan setiap 1000 orang yang tertular, 20% di antaranya masuk rumah sakit dan sekarang rata-rata di Indonesia 2 persennya wafat.
“Sekali lagi saya tekankan bagaimana cara menghadapi pandemi ini adalah kita harus mengurangi laju penularan salah satunya dengan vaksinasi,” ucap Budi.
Jumlah vaksin yang diterima pemerintah Provinsi Bengkulu sebanyak 31.880 vial. (Bisri)









