
BENGKULU, eWARTA.co -- Pembangunan Drainase Sepanjang Jalan Lintas Barat mulai dari Kecamatan Lais Sampai Kecamatan Batiknau Bengkulu Utara mulai tuai keluhan dan menjadi sorotan warga setempat, terutama di Kecamatan Lais.
Pembangunan drainase yang semestinya bisa menjadi kebanggaan warga setempat justru di keluhkan warga karena pengerjaannya yang dinilai terkesan asal jadi tanpa di lengkapi keterangan papan merk informasi atau kegiatan proyek berapa panjang kilometer dan berapa besaran sumber anggaran yang di duga bersumber dari APBN tersebut.
Berdasarkan data di lapangan terlihat jelas pembangunan dikerjakan tidak memperdulikan sebab akibat dan dampak yang bisa merugikan masyarakat terutama yang terlintasi baik tanah pekarangan maupun kebun milik warga.
Seperti pembangunan di jalan lintas Desa Pal 30 sampai ke Kelurahan Lais, kurang lebih terdapat 3 titik saluran drainase yang diduga sengaja di alirkan ke kebun milik warga setempat dan bukannya di tembuskan lurus ke Selokan besar yang tersedia tidak jauh dari titik lokasi pembangunan.
Ibuk Ida, dia sangat menyesalkan atas pembangunan drainase yang di arahkan ke kebun miliknya, namun apa daya kami ini orang kecil, kalau mau mengadu saya tidak paham mengadu kemana.
"Iya dek, jujur saya sangat kesal dan kecewa kenapa kok selokannya di arahkan ke kebun kami, dan itu tanpa ijin atau pamit tahu - tahu selokan sudah terbangun dan di arahkan kebun, kalau hujan deras debit air disana cukup besar dan itu bisa merusak kebun dan tanaman kami," terang buk Ida.
"Kepada pemerintah daerah dan yang memiliki kewenangan disini, tolong ditanggapi keluhan kami warga kecil ini, dan segera ditindaklanjuti dan hal itu jangan sampai merugikan masyarakat, jujur kami sangat mendukung pembangunan ini tetapi karena ada oknum yang mungkin bermain disini sehingga tidak mempertimbangkan dampak dan kerugian kami sebagai pemilik kebun," tutup buk Ida.
Dilain sisi, saat jurnalis ewarta.co mengecek ke lokasi langsung memang betul kejadiannya seperti apa yang sudah dijelaskan oleh ibuk Ida.
Sementara salah satu tukang yang sedang bekerja, saat ditanyakan hal tersebut dirinya tidak mengetahui banyak karena ia mengaku hanya menjalankan perintah atasan atau bos disini.
"Saya tidak tahu menahu soal ini pak, yang saya tahu apa perintah bos saya dan kawan- kawan kerjakan, termasuk berapa anggaran pembangunan nilainya berapa saya kurang paham tetapi kalau ukuran dari Pal 30 sampai Lais yang kami kerjakan ini kurang lebih sepanjang 600 meter untuk kanan dan kiri jalan," kata Eko Sulianto.
Saat ditanyakan kapan bosnya (Pak Dedi) bisa ditemui Eko mengatakan kalau itu tidak nentu, karena yang saya tahu dia tinggal di kota Bengkulu, dan dari perusahaan ternama di Bengkulu.
"Kalau bos tidak setiap hari ada disini pak, karena waktunya tidak tetap kapan beliau akan datang, tetapi yang saya tahu nama perusahaanya itu PT. Rotek," tutup Eko. (**)











