Disidak DPRD Provinsi Bengkulu, Manajemen RSUD M Yunus Dituntut untuk Berbenah

 

Bengkulu, eWarta.co -- Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu.

Sidak yang dipimpin Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu Erna Sari Dewi bersama Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, memberikan peringatan kepada manajemen RSUD M Yunus agar segera melakukan pembehanan pada beberapa sektor. 

Apalagi temuan ada beberapa permasalahan dan kesemuanya berkaitan erat dengan pelayanan terhadap masyarakat. 

"Kita melihat ada beberapa hal yang sifatnya mendesak dan harus segera dibenahi manajemen RSUD M. Yunus. Seperti pada peralatan medis diantaranya Cities Scan dan Radiologi. Dimana kedua alat itu sudah kadaluarsa, lantaran masa waktunya sudah habis," kata Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bengkulu, Erna Sari Dewi, disela-sela sidak. 

Erna menyampaikan, jika tetap ingin digunakan, peralatan seperti itu harus mendapatkan izin lanjutan dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Mengingat peralatan tersebut menghasilkan radiasi, sehingga dikhawatirkan bisa berdampak pada pasien saat digunakan. Termasuk juga para tenaga medis yang menjalankan peralatan tersebut.

Begitu juga, mengenai fasilitas perawatan lainnya yang saat sidak diketahui sudah tidak standar lagi. Seperti ruang operasi, termasuk juga ruang perawatan bagi pasien. 

"Kita berharap ini harus segera dibenahi. Pemerintah Daerah (Pemda) juga harus mengevaluasi hal sedemikian," imbuhnya.

Senada Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi dalam sidak mengemukakan, pihaknya juga mengecek gudang farmasi, guna menindaklanjuti keluhan masyarakat yang mengantongi BPJS Kesehatan, namun tetap harus membeli obat di luar. Padahal idealnya hal sedemikian tidak terjadi lagi kedepan. Untuk itu persoalan tersebut juga menjadi catatan bagi pihak RSUD M. Yunus. 

Disamping itu, pihaknya bakal memanggil dokter spesialis di RSUD M. Yunus. 

“Ini menjadi salah satu fokus kita, karena sering ada keluhan jika di RSUD M. Yunus para dokter spesialis terkesan ogah-ogahan melayani pasien. Giliran di rumah sakit swasta, mereka lebih ramah. Memang ini cenderung pada personnya, tapi mereka itukan ASN Pemprov," katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur Penunjang Medik dan Pendidikan RSUD M. Yunus, Yudan Harto menerangkan, pihaknya menyambut baik sidak yang digelar DPRD Provinsi Bengkulu. Pasalnya ini merupakan salah satu bentuk sinergitas dan penting bagi pihaknya dalam melakukan upaya-upaya pembenahan. 

"Semua catatan itu pasti kita tindaklanjuti," tukasya. (Adv)