Dua Ratus Sekolah di Kota Bengkulu Telah Ajukan Belajar Tatap Muka

Salah satu sekolah di Kota Bengkulu
Create: Sat, 27/02/2021 - 09:06
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Sebanyak 223 sekolah di Kota Bengkulu jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kota Bengkulu telah mengajukan surat rekomendasi belajar tatap muka ke Dinas Pendidikan (Diskdik) sebagai pemenuhan standar penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi COVID-19.

"Ada 223 sekolah yang mengajukan surat rekomendasi ke kami untuk diteruskan ke satuan tugas penanganan COVID-19 agar disetujui kemudian," kata Kordinator Pengawas Sekolah Menengah Pertama, Disdikbud Kota Bengkulu, Jhon Hendri, Sabtu (27/2/2021).

Dari sebanyak itu, kata Jhon baru ada 5 sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran tatap muka.

Jhon mengatakan, pihaknya saat ini gencar melakukan pengawasan terhadap setiap SD dan SMP di Kota Bengkulu untuk memastikan penerapan prokes sesuai standar operasional.

"Hal ini dilakukan karena saat ini kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali diperbolehkan," kata Jhon.

Namun, lantaran bantuan biaya operasional sekolah saat ini belum disalurkan, pihaknya merekomendasikan agar membuat kebijakan sendiri melengkapi sarana prasarana tersebut sesuai kebutuhan.

Sementara itu Kadisdik Rosmayetti mengungkapkan pihaknya melakukan pengawasan dan mengimbau kepada pihak sekolah untuk mentaati prokes yang telah ditetapkan apabila menerapkan KBM tatap muka.

Adapun prokes yang wajib disiapkan, kata dia ialah tempat tempat cuci tangan, menyediakan handsanitizer, menjaga jarak tempat duduk siswa, setiap siswa harus memakai masker dan prokes lainnya sesuai standar. 

Selain pengawasan prokes tersebut, pihaknya juga melakukan pengawasan dan mengimbau agar siswa tidak membuat kerumunan.

“Kami juga memastikan agar di setiap sekolah tidak terjadi penumpukan atau kerumunan di depan pintu masuk sekolah saat pagi dan waktu pulang,” tuturnya.

"Kapasitas ruangan mengajar hanya dibolehkan sebanyak 50 persen dari hari normal," kata Rosmayetti.

Mencegah penularan di sekolah, Rosmayetti juga mengimbau agar orang tua siswa yang anaknya mengalami sakit atau demam, sebaiknya mengikuti KBM melalui daring.

“Orangtua juga harus lebih memperhatikan kesehatan anaknya. Apabila kesehatannya menurun (sakit), kami sarankan untuk melakukan belajar melalui daring saja, ini semua demi keselamatan anak tersebut agar terhindar dari tertularnya COVID-19,” kata dia. (Bisri)