Gelar TTGN, Gubernur Promosikan Batik Besurek Khas Bengkulu

Gubernur Bengkulu (Dr. H. Rohidin Mersyah)
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Pada pembukaan acara Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) ke-XXI, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah promosikan batik besurek Bengkulu.

Dalam sambutannya, Rohidin menyampaikan kepada para tamu undangan yang terdiri dari Menteri dan Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia (Kemendes PDTT RI), seluruh Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi se-Indonesia maupun yang mewakili, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu, serta tamu undangan yang lainnya bahwa Bengkulu tak hanya memiliki kuliner yang khas, namun juga memiliki kain, yakni kain Batik Besurek.

Terlihat para undangan yang hadir tampak mengenakan pakaian Batik Besurek khas Bengkulu, kota kecil yang pernah disinggahi oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno saat masa pengasingan dizaman penjajahan Kolonial Belanda.

Kemudian, tak lupa juga Rohidin mengenalkan kepada para tamu akan adanya rumah persinggahan Bung Karno pada zaman pengasingan dahulu kala di Bengkulu, bisa dikatakan belum sampai di Bengkulu jika belum mencuci muka di Rumah Bung Karno.

"Saya kira, belum sampai di Bengkulu kalau belum cuxi muka dirumah persinggahan Bung Karno, karena mudah-mudahan akan menambah aura buat kita bersama, disamping itu gerai-gerai kain batik besurek, sudah disiapkan sebagai kearifan lokal masyarakat Provinsi Bengkulu," Sampai Rohidin dalam sambutannya, Minggu (22/9).

Rohidin mempromosikan kain Batik Besurek ini lantaran pada tahun 2018 lalu pada event Pameran Batik Nusantara, para ahli batik menyimpulkan bahwa kain batik besurek Bengkulu adalah salah satu batik yang memiliki keunikan dan karakteristik yang luar biasa.

"Sayang, kalau sudah datang ke Bengkulu tidak sampai membeli, barang sepotong kain batik besurek, buat kenang-kenangan dari Bumi Rafflesia ini," imbuh Rohidin sembari menutup sambutannya.

Batik besurek, besurek berarti bersurat, maksudnya pada batik khas Bengkulu ini bertuliskan huruf-huruf arab gundul seperti tulisan dalam surat, namun tulisan-tulisan tersebut tidak mempunyai arti, tetapi memiliki karakteristik tersendiri. (Nay)