Gelar TTGN, Jadikan Sebagai Ajang Kebangkitan Kesejahteraan dan Ekonomi Desa

Gelar TTGN XXI di provinsi Bengkulu, jadikan ajang ini sebagai kebangkitan ekonomi pedesaan
Tags

 

BENGKULU, ewarta.co - Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) menjadi ajang menunjukkan Indonesia sudah move on terhadap ketertinggalan masyarakat desa, bergerak menuju kebangkitan desa serta menuju kesejahtaraan masyarakat desa.

Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Mengawali kegiatan GTTGN ke-XXI di Bengkulu, Sabtu malam (21/9), di Balai Raya Semarak Bengkulu digelar makan malam bersama di Balai Raya Semarak Bengkulu guna memepererat silaturahmi antar sesama.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia (Sekjen Kemendes PDTT RI) Anwar Sanusi mengatakan bahwa GTTGN ini merupakan upaya membangkitkan berbagai teknologi.

"Ini kan memang upaya kita, bagaimana kita bisa membangkitkan berbagai teknologi, maksudnya sangat dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan tema kita, bagaimana teknologi ini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan peran pembangunan desa di era 4.0," katanya.

Anwar pun mengharapkan, di pelaksanaan GTTGN ke-XXI ini menunjukkan berbagai teknologi pembangunan yang bisa menjadi pembelajaran serta dapat dikembangkan teknologi sesuai dengan fungsinya.

Sementara Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah berterimakasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berkontribusi banyak dalam pelaksanaan GTTGN ke-XXI ini.

Selain itu, Rohidin menilai kegiatan ini bisa menjadi media untuk saling berbagi informasi serta saling memotivasi untuk karya anak bangsa sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat desa menjadi lebih baik.

"Saya kira ini menjadi media kita bersama untuk saling berbagi informasi, kemudian saling memotivasi karya-karya anak bangsa terutama ditingkat pedesaan, sehingga nanti menjadi Teknologi Tepat Guna yang mendongkrak perekonomian desa, saya kira ini ajang yang sangat produktif," Demikian Rohidin.

Hal ini juga tentunya bisa berdampak pada transaksi UMKM yang ada di Bengkulu dan bisa juga berdampak pada perekonomian Bengkulu. (Nay)