BENGKULU,eWARTA.co -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu kembali mengadakan diskusi bertema "Refleksi Kemerdekaan: Masih Adakah Ruang Kebebasan Berekspresi ?". Dengan tema ini Bidang Hak Asasi Manusia dan Lingkungan Hidup (Hamli) mencoba membahas secara dalam akar dari permasalahan yang sedang hangat dibicarakan oleh kalangan masyarakat yaitu kasus pembatasan dan pembungkaman kebebasan berekspresi di muka umum.
Ketua umum HMI Cabang Bengkulu melalui ketua bidang Hamli Rendi Saputra menjelaskan bahwa, kegiatan diskusi bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya perspektif, serta cara pandang terkait isu HAM.
"Kajian kajian yang mengakar dan membentuk perspektif, dan cara pandang tentang isu HAM demokrasi dan ekologi. Diskusi ini merupakan bentuk upaya konsolidasi antar elemen untuk bergerak bersama mengawal isu-isu yang ada di Bengkulu," jelas Rendi kepada jurnalis eWarta.co, pada Minggu (22/08/2021).
Mahasiswa Hukum Universitas Hazairin Bengkulu ini menambahkan, ruang-ruang diskusi merupakan salah satu upaya membangun optimisme itu ialah dengan memperbanyak ruang diskusi publik.
Menurutnya, semua pihak termasuk pemerintah harus punya kesamaan paradigma dan frekuensi tentang apa yang dimaknai suara anak muda dengan menyediakan ruang kebebasan berekspresi yang luas.
"Untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya rasa merdek maka harus ditunjang dengan menyediakan ruang kebebasan berekspressi yang salah satu hak yang fundamental yang diakui dalam sebuah negera hukum yang demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia," sambung Rendi.
Selain itu, dia juga berharap ruang-ruang seperti ini harus terus tumbuh dan berkembang sehingga mempunyai perspektif, serta cara pandang yang jelas tentang Isu HAM Demokrasi dan Ekologi.
"Harapnnya kedepan akan ada kegiatan-kegiatan diskusi dan kajian-kajian kritis tentang Isu HAM demokrasi dan ekologi sehingga kita punya perspektif dan cara pandang yang jelas, serta bergerak secara kolektif kolegial antar berbagai elemen yang ada di Bengkulu," ujar Rendi.
Sementara itu, kegiatan diskusi ini menghadirkan penggiat seni, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Organisasi Daerah (Organda), UKM Seni, serta penggiat lingkungan. (Nandar)









