BENGKULU,eWARTA.co -- Pelaksana Tugas Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah memuji keberadaan industri keuangan yang menurutnya memberikan efek positif bagi ekonomi masyarkat di tengah pandemi Copvid-19. Ia berharap, ini dapat ditingkatkan melalui sosialisai yang lebih intens.
“Saya memberi apresiasi kepada industri keuangan. Kondisi Covid-19 ini memaksakan kita untuk memikirkan cara memulihkan perekonomian, dengan adanya industri keuangan ini sangat membantu masyarakat," kata Dedy Ermansyah, usai membuka acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) secara virtual, di Gedung Daerah Bengkulu, Selasa (13/10).
Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan OJK ini menurut Dedy, merupakan salah satu upaya guna menguatkan perekonomian yang ada di Bengkulu.
Sementara Kepala OJK Perwakikan Bengkulu Yusri menjelaskan Gelar Bulan Inklusi Keuangan tahun 2020 ini dimaksudkan untuk lebih mengenalkan sektor keuangan kepada masyarakat,.
Ia menilai, tingkat literasi keuangan masyarakat secara nasional maupun kota terhadap sektor bursa keuangan masih kurang. Untuk di Nasional berkisar sebesar 3,8%, sedangkan di Bengkulu sebesar 3,4%.
"Literasi keuangan masyarakat berarti seberapa besar tingkat kepahaman masyarakat Indonesia terhadap sektor bursa keuangan. Jadi untuk Bengkulu, presentasenya sedikit dibawah nasional," ungkap Yusri.
Kegiatan BIK ini juga diisi dengan Kick Off Bulan Inklusi Keuangan dengan melaksanakan kegiatan penandatanganan dan penyerahan komitmen bulan Inklusi Keuangan, Penandatangan akad kredit, penyerahan rekening tabungan simpel, penyerahan rekening saham serta penyerahan tabungan emas.
Kegiatan ini juga melibatkan institusi keuangan sepeti Bank Bengkulu, Pegadaian serta Bursa Efek Indonesia Cabang Bengkulu. (Adv)









