SELUMA, eWarta.co – Kondisi jembatan gantung yang menjadi akses utama sentra pertanian di Desa Pandan, Kecamatan Seluma Utara, kini sangat memprihatinkan. Pondasi jembatan mulai ambles dan retak akibat terkikis derasnya debit air Sungai Seluma, yang mengancam mobilitas hasil bumi masyarakat setempat.
Kepala Desa Pandan, Imilia Hayati, S.Pd., menjelaskan bahwa kerusakan pondasi ini dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (5/4) lalu. Arus sungai yang kencang menyebabkan pengikisan tanah di bawah pondasi secara signifikan.
"Jika terjadi hujan lebat lagi dan debit air kembali meninggi, kami khawatir jembatan ini akan benar-benar ambruk," ujar Imilia, Rabu (15/4/2026).
Meskipun jembatan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Seluma ini dalam kondisi rusak parah, sebagian warga masih nekat melintas dengan rasa was-was. Namun, untuk pengangkutan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, warga terpaksa mencari jalan alternatif yang jauh lebih memutar.
"Sebagian warga masih menyeberang di sana, tapi untuk mengeluarkan hasil kebun, mereka harus lewat jalan lain yang memakan waktu jauh lebih lama," sambungnya.
Imilia juga mengungkapkan bahwa sejak dibangun pada tahun 2014, jembatan tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan atau rehabilitasi dari pemerintah daerah. Selama ini, perawatan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat desa, terutama pada bagian lantai jembatan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Seluma segera mengambil tindakan sebelum akses tersebut putus total.
"Harapan kami Pemkab Seluma bisa segera melakukan perbaikan. Kalaupun terkendala efisiensi anggaran sehingga tidak bisa direhab total, setidaknya ada upaya penguatan struktur pondasi agar jembatan tidak ambruk," pungkasnya. (Rns)









