Jual Obat Tanpa Ijin Edar, Apoteker Paten Farma Diamankan Polisi

Pers Release Polres Bengkulu
Pers Release Polres Bengkulu
Create: Sat, 11/03/2018 - 18:49
Author: Redaksi
Tags

 

ewarta.co Bengkulu - Satreskrim Polres Bengkulu mengamankan seorang Apoteker inisial NI (26) penanggung jawab Apotek Paten Farma di jalan Soeprapto Kota Bengkulu.

NI (tersangka) yang baru bekerja di Apotek Paten Farma ini terpaksa harus mempertanggung jawabkan sebagai penanggung jawab Apotek.

Di ketahui Apotek Paten Farma telah memproduksi atau mengedarkan sediaan obat farmasi dengan sengaja, yang diduga tidak memiliki ijin edar, berupa krim wajah atau pemutih wajah, Akibatnya sang Apoteker harus berurusan dengan Kepolisian Resort (Polres) Bengkulu.

Kapolres Bengkulu AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo saat konferensi pers, sabtu (3/11) menjelaskan, modus ini terbongkar berawal saat Apotek Paten Farma tempat tersangka bekerja, menerima dan menjual obat tersebut ke pasien atau pembeli sejak tahun 2012 dengan membawa resep obat siang flek, obat malam flek dan obat malam jerawat.

Kemudian seiring berjalannya waktu Apotek ini memproduksi sendiri yang awalnya di konsumsi sendiri oleh pegawainya, namun karena ada permintaan dari luar Apotek Paten Farma memproduksi atau meracik obat tersebut dengan jumlah banyak dan di perjual belikan secara bebas tanpa resep dokter dan tidak memiliki ijin edar.

“Dalam penjualan krim tersebut obat/ krim siang flek dijual seharga Rp 35.000 per buah, obat/ krim siang malam di jual seharga Rp 60.000 per buah dan obat/ krim malam untuk jerawat di jual seharga Rp 35.000 per buah," jelas Kapolres.

Pihak kepolisian juga telah menyita barang bukti berupa obat/ krim siang flek sebanyak 148 buah bertuliskan Apotek Paten Farma, obat malam pemutih sebanyak 129 buah bertuliskan bertuliskan Apotek Paten Farma, obat malam jerawat sebanyak 2 buah bertuliskan Apotek Paten Farma, 1 buah lumpang ukuran besar dari bahan persolen dan 1 buah stemper ukuran kecil warna putih dari bahan persolen, 1 lembar foto kopi surat ijin praktek Apoteker, 1 lembar foto kopi surat ijin Apotek, 1 lembar foto kopi surat tanda registrasi Apoteker, 1 lembar sertifikat uji kompotensi Apoteker.

"Untuk sementara tersangka kita amankan dan tersangka akan dijerat pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan,” tutup Kapolres.