Jumlah Kelahiran Hidup dari Pasangan Luar Nikah dan Nikah Muda di Bengkulu Meningkat

Ilustrasi
Create: Wed, 03/03/2021 - 18:07
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co – Pejabat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat angka kelahiran kelompok perempuan remaja (ASFR) usia 15 hingga 19 tahun, di Provinsi Bengkulu mengalami peningkatan yang mencapai 50,9 per 1000 kelahiran hidup (KH) dalam setahun.

"BKKBN pada 2020 merilis angka kelahiran wanita kelompok remaja sebesar 50,9/1000 kh," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Rusman Efendi, Rabu (3/3/2021).

Angka tersebut, kata dia meningkat dari sebelumnya yang hanya 49/1000 kh dalam survei demografi dan kesehatan Indonesia Tahun 2017. 

Hal tersebut mengindikasikan pembangunan kependudukan pada remaja masih perlu ditingkatkan dengan menyuguhkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan risikonya.

Melihat kondisi tersebut, Rusman menilai penyumbang ASFR adalah hamil di luar nikah, dan menikah di usia muda. 

"Kelahiran di kelompok ini berisiko pada penurunan kadar kualitas diri dalam kesehatan, ekonomi, dan sosial-pendidikan," kata dia.

Ia mengatakan, BKKBN sebagai lembaga pembangunan keluarga, menempatkan penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan pembangunan, dan harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. Karena jumlah penduduk yang besar dengan kualitas rendah akan memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk.

Menurut dia, remaja perlu mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi (Kespro). Pasalnya, pengetahuan kespro bagi remaja salah satu strategi upaya menekan peristiwa nika usia anak dan kelahiran pada wanita kelompok umur muda. 

"Menjaga kesehatan reproduksi adalah hal yang sangat penting, terutama pada remaja. Sebab, masa remaja adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik menjaga kebersihan, yang bisa menjadi aset dalam jangka panjang," ujarnya.

Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan seperti penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada kematian remaja. (Bisri)