BENGKULU, eWarta.co – Universitas Bengkulu (Unib) tidak hanya mengirim bantuan ke luar daerah, tetapi juga "pasang badan" untuk mahasiswanya sendiri. Rektor Unib, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, memastikan mahasiswa yang menjadi korban bencana alam akan mendapatkan keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester genap 2025/2026.
Berdasarkan hasil verifikasi, terdapat 26 mahasiswa yang terdampak bencana dengan tingkat kerusakan beragam. "Khusus untuk 11 mahasiswa yang terdampak berat, kami bebaskan UKT-nya. Sementara sisanya akan diberikan keringanan sesuai kategori," tegas Prof. Indra saat melepas tim KKN Kemanusiaan, Rabu (17/12).
Tak hanya soal biaya kuliah, ke-26 mahasiswa tersebut juga telah didata untuk menerima bantuan biaya hidup (living cost) dari Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Di saat yang sama, Unib juga melepas 20 mahasiswa terpilih dari 7 fakultas untuk menjalankan misi "KKN Kemanusiaan". Berkolaborasi dengan Universitas Andalas (Unand) dan BSMI, mereka akan bertugas melakukan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat hingga 19 Januari mendatang.
Selain itu, Unib menerjunkan tim medis profesional yang terdiri dari dokter, apoteker, dan mahasiswa koas untuk bertolak ke Aceh guna memberikan layanan kesehatan darurat dan bantuan obat-obatan. (**)






