BOLTIM, eWarta.co — Kematian seorang penambang di lokasi tambang Labotori, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai mengarah pada penelusuran pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pertambangan tersebut.
Polres Boltim berencana memanggil pemilik lahan dan pemodal tambang untuk dimintai keterangan terkait insiden yang merenggut nyawa Alfian, warga Desa Bulawan Induk, Minggu (25/10/2026).
Korban dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WITA di lokasi tambang yang berada di kawasan antara Panang dan Benteng.
Dugaan sementara, korban menghirup zat atau gas berbahaya ketika berada di dalam lubang tambang. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.
Yang menjadi sorotan bukan hanya penyebab kematian korban, tetapi juga kondisi keselamatan di dalam lubang tambang.
Sejumlah warga menduga lubang tersebut tidak dilengkapi blower untuk membantu sirkulasi udara dan mengeluarkan gas berbahaya. Jika dugaan itu terbukti, kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui apakah terdapat kelalaian dalam penerapan standar keselamatan kerja.
Meski demikian, dugaan mengenai ketiadaan blower maupun kaitannya dengan kematian korban belum terkonfirmasi secara resmi.
Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Langkah selanjutnya, penyidik akan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak terkait, termasuk pemilik lahan dan pemodal, guna menelusuri pengelolaan tambang serta kondisi operasional saat insiden terjadi.
Pemanggilan tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap siapa yang mengendalikan aktivitas pertambangan, bagaimana kegiatan itu dijalankan, serta apakah aspek keselamatan pekerja telah diperhatikan.
Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan apakah kematian Alfian murni akibat paparan gas berbahaya atau terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban maupun kemungkinan adanya pelanggaran dalam aktivitas pertambangan di Labotori.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja di lubang tambang tidak boleh diabaikan. Penelusuran terhadap penyebab kematian dan pihak-pihak yang bertanggung jawab diharapkan tidak berhenti pada kronologi kejadian, tetapi juga mampu mengungkap kondisi operasional tambang yang sebenarnya.*
(Rendy)










