Bengkulu, eWarta.co — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Bengkulu menyiapkan 300 dosis vaksin rabies gratis untuk hewan penular rabies (HPR) dalam rangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia dan Hari Karantina tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor ASDP Bengkulu Pelabuhan Pulau Baai, Selasa 29 September 2026 ini, juga dirangkaikan dengan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasional bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kepala Karantina Bengkulu, Dr drh. Betty Fajarwati, M.H., mengatakan vaksinasi merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan yang menjadi tugas karantina. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan rabies.
Ia menjelaskan pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di kawasan pelabuhan penyeberangan menuju Pulau Enggano. Pemilihan lokasi tersebut berkaitan dengan aktivitas lalu lintas masyarakat dan hewan dari wilayah daratan Bengkulu menuju Enggano.
Menurut Betty, pelabuhan menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan penyakit hewan. Lalu lintas hewan melalui pelabuhan perlu diawasi agar tidak membawa penyakit yang dapat mengancam populasi hewan maupun kesehatan masyarakat di wilayah tujuan.
"Prinsipnya karantina itu adalah pencegahan dan pengendalian penyakit, terutama di pelabuhan-pelabuhan dan bandara," kata dua.
Ia menjelaskan Pulau Enggano memiliki status bebas rabies secara historis. Status tersebut perlu dipertahankan karena wilayah daratan Sumatera masih termasuk daerah yang memiliki risiko rabies.
Betty menyebut keberadaan anjing dan kucing yang berkeliaran di sekitar kawasan pelabuhan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. Jika tidak dikendalikan, populasi hewan yang tidak mendapatkan vaksinasi dapat meningkatkan risiko masuk dan menyebarnya rabies ke wilayah yang masih bebas penyakit tersebut.
Karena itu, vaksinasi tidak hanya ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada hewan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat. Masyarakat yang membawa hewan menuju Enggano diharapkan memahami pentingnya memastikan kondisi kesehatan dan status vaksinasi hewan sebelum melakukan perjalanan.
Ketua Panitia Vaksinasi Rabies BKHIT Bengkulu, Hafli Hasibuan, menambahkan sebanyak 300 dosis vaksin rabies untuk anjing, kucing dan hewan lain yang termasuk HPR. Vaksin tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Rabies Sedunia dan Hari Karantina.
Hafli berharap seluruh dosis yang disiapkan dapat dimanfaatkan masyarakat. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, pihaknya juga telah menyebarkan informasi melalui berbagai saluran, termasuk kepada pihak pelayaran dan masyarakat.
"Kita kirimkan flyer kepada pelayaran, kepada masyarakat dan sebagainya supaya ada kesadaran untuk membebaskan daerah kita ini dari rabies," ujar Hafli.
Rangkaian kegiatan vaksinasi tersebut sebelumnya telah dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kegiatan utama atau puncak rangkaian peringatan digelar di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu di Jalan Museum.
Selanjutnya, BKHIT Bengkulu memilih kawasan pelabuhan sebagai salah satu lokasi kegiatan untuk memperkuat pesan pencegahan rabies di jalur lalu lintas hewan. Lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi akses masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Pulau Enggano.
Selain vaksinasi, kegiatan juga diarahkan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lalu lintas hewan agar tidak menjadi jalur masuk penyakit. Upaya tersebut menjadi bagian dari fungsi karantina dalam mencegah penyebaran penyakit hewan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Hafli menegaskan status bebas rabies di Enggano perlu dijaga bersama karena kondisi tersebut telah berlangsung secara historis. Pencegahan sejak dari titik keberangkatan dinilai penting agar hewan yang masuk ke Enggano tidak membawa risiko penyakit rabies.
Sementara itu, Mardian Warga Kelurahan Kandang Kota Bengkulu berharap upaya pencegahan rabies dapat dilakukan secara lebih luas. Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi dan memenuhi ketentuan kesehatan sebelum dibawa melintasi wilayah.










