Seluma, eWARTA.co -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seluma, Nofy Eriyan Andesca, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan budidaya lebah madu di Desa Lubuk Gilang, Kecamatan Air Periukan. Dalam pelatihan budidaya lebah madu yang digelar di desa tersebut, Nofy Eriyan Andesca mengumumkan niatnya untuk mendorong pengembangan sektor ini dengan menyalurkan dana pokok pikiran.
Dalam sambutannya, Nofy Eriyan Andesca yang akrab disapa Dang Nofy, mengungkapkan potensi besar yang dimiliki Desa Lubuk Gilang dalam budidaya lebah madu. Dengan melihat potensi tersebut, beliau menyatakan komitmen untuk mengalokasikan dana pokir sebesar Rp200 juta untuk mendukung budidaya lebah madu di desa tersebut.
"Dana pokir ini merupakan aspirasi masyarakat yang telah dititipkan kepada kami sebagai anggota dewan. Kami akan memperjuangkan alokasi dana ini dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pengembangan budidaya lebah madu di Desa Lubuk Gilang," ungkap Dang Nofy.
Kegiatan pelatihan budidaya lebah madu sendiri diinisiasi melalui APBDes Perubahan, di mana sebelumnya fokus pada kegiatan budidaya ikan lele. Antusiasme peserta terlihat jelas dalam pelatihan yang berlangsung di halaman kantor Desa Lubuk Gilang, Sabtu, dari siang hingga menjelang waktu magrib.
Sejumlah ahli perlebahan diundang sebagai narasumber, termasuk dr. Gunggung Senoaji, seorang dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Beliau memberikan materi mengenai 'Lebah tak bersengat, lebah trigona, kelulut, atau di daerah Seluma disebut medu gegelo.' Materi lainnya mengenai lebah Apis Cerana disampaikan oleh Ketua Umum Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI), Debby Bustomi, yang datang khusus dari Bandung, Jawa Barat.
Dengan dukungan dari Ketua DPRD Kabupaten Seluma ini, diharapkan Desa Lubuk Gilang dapat menjadi pusat unggulan dalam budidaya lebah madu di Kabupaten Seluma, memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (Red/Adv)









