BLITAR, eWarta.co -- Untuk mewujudkan pengawasan terhadap santriwan santriwati di Kabupaten Blitar Ketua Koni Kabupaten Blitar merasa terpanggil untuk membantu pengawasan dilingkungan pondok pesantren agar terpantau 24 jam dengan merogoh kocek pribadi membelikan CCTV di salah satu Pondok Pesantren di Blitar." Kata Tony Andreas kepada wartawan.
Bertempat di Kantor Koni Tonny Andrias menyampaikan, keprihatinan yang mendalam atas musibah yang baru menimpa salah satu santri di salah satu pondok yang ada di Blitar.
"Kami sebagai umat beragama ada wujud kepedulian membantu alat pantau CCTV yang ternyata sangat dibutuhkan pondok pesantren untuk mengawasi santriwan santriwati, agar kedepan tidak terjadi hal yang tidak di inginkan, ini juga sesuai pesan Gus Iqdam karena CCTV sangat penting," ungkapnya, Kamis (11/1/2024).
Dalam pertemuan dengan pengasuh pondok Ketua KONI Kabupaten Blitar sangat mendorong adanya perbaikan pada sistem pembinaan dan pengawasan di dalam lingkup pondok pesantren untuk menghindari buliying.
"Walaupun saya dari Nasrani berbeda agama kami sangat dekat dengan tokoh agama seperti Gus Iqdam kami ingin membantu kesulitan yang dihadapi pondok, beda agama bukan penghalang bagi kami pribadi saling membantu menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat,"kata Tonny.
“Pemasangan CCTV sangat penting untuk mengawasi santriwan dan santriwati 24 jam. Tadi sempat dengar kalaui di pondok belum ada CCTV belum ada dananya. Kalau begitu saya siap bantu untuk pengadaan dan pemasangan CCTV tersebut,” imbuhnya.
Terpenting adalah, bagaimana menjaga keamanan dan kenyamanan santri dalam nemempuh ilmu di pondok . Tonny berharap kedepannya tidak ada kejadian yang sama terulang, yang nantinya akan berdampak buruk pada kepercayaan orang tua terhadap pondok pesantren.
“Dalam persoalan ini kita harus sama sama saling membantu,kami pribadi lebih terdorong dari rasa kemanusiaan, demi pengawasan pondok, walaupun saya berbeda Agama kami punya hak untuk membantu agama lain,"tutupnya.(Bas)









