BENGKULU,eWARTA.co -- Musyawarah Daerah (Musda) ke XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi Bengkulu digelar, Kamis (8/4/2021) pagi di Mercure Hotel Bengkulu.
Musda agenda pemilihan Ketua Umum (Ketum) Hipmi Provinsi Bengkulu masa kerja 2021-2024 mengusulkan tiga nama calon Ketum melalui seleksi panjang yakni Dr Yoga Mirza, Mellisa Oksadian Abu, dan Undang Sumbaga.
Musda dihadiri Gubernur Bengkulu, Ketua Umum Hipmi Bengkulu, dan Perwakilan Badan Pengurus Pusat Hipmi, juga Badan Pengurus Cabang dan anggota.
Ketua Umum Hipmi Provinsi Bengkulu, Yuan Degama dalam sambutannya mengatakan pertemuan Musda dengan para caketum tersebut juga disampaikan mengenai opsi-opsi dan simulasi pemilihan, termasuk pelaksanaan hybrid pleno dan persidangan.
Juga, panitia telah mengagendakan berbagai acara seperti laporan, pandangan dan pengesahan pertanggungjawaban pengurus lama.
"Prinsipnya satu orang satu suara yang merupakan tradisi Hipmi tetap kita jaga dan maksimalkan sesuai prokes. Hak-hak memilih semua anggota Hipmi sedapat mungkin kita akomodir," kata dia.
Dalam Musda, pemilihan ketua umum baru diikuti oleh 10 BPD dan Badan Pengurus Cabang Hipmi daerah di Provinsi Bengkulu.
Yuan berharap, Ketum hasil Musda ini nantinya membawa perubahan di tubuh Hipmi Bengkulu untuk berinovasi membantu pemerintah terhadap pemulihan ekonomi nasional dan menjadi bagian dari solusi kemajuan ekonomi Bengkulu.
Lanjut Yuan langkah-langkah dan program kerja selama tiga tahun kedepan yang dibawa oleh kalangan milennial berpeluang nyata dalam membawa kemajuan Bengkulu. Apalagi periode saat ini telah memasuki momen bonus demografi dimana warga usia produktifnya banyak.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan pergerakan ekonomi daerah merupakan sebuah kolaborasi antara pemerintah, pengusaha dan perguruan tinggi, disamping itu dari sisi ekonomi pengusaha juga mewarnai sektor–sektor lain termasuk hukum dan politik.
Rohidin Mersyah mengungkapkan bahwa sektor ekonomi saat ini didominasi oleh para pelaku usaha dan lebih hebat lagi jika pelaku usaha tersebut adalah anak muda. Terlebih sektor ekonomi kreatif merupakan potensi yang sangat luar biasa.
Namun tambah Gubernur Bengkulu, potensi yang dimiliki juga harus digerakan oleh pelaku–pelaku usaha yang mempunyai ketekunan dan mempunyai kemauan keras, karena jika tidak potensi tersebut akan terkubur dan tidak memberikan manfaat apa–apa.
Ia pun mengungkapkan bahwa Provinsi Bengkulu membuka diri seluas–luasnya kepada seluruh pelaku usaha dari semua sektor untuk membuka usaha dan berinvestasi di Provinsi Bengkulu serta menjamin keamanan investasi yang akan ditanamkan oleh investor. (Bisri)









