BENGKULU, ewarta.co - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu ikuti sidang tahunan MPR RI dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI pada sidang bersama DPR - DPD RI, Jum'at pagi (16/8).
Sidang tahunan MPR RI dan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo ini disaksikan melalui layar monitor yang telah disediakan di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Provinsi Bengkulu.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta Odang, dalam pidatonya menyampaikan bahwa salah satunya DPD RI mendukung rencana Presidan RI Joko Widodo untuk memindahkan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan.
Selain itu, beliau juga menyampaikan untuk mensejahterakan rakyat terkhusus dengan mata pencaharian petani dengan menghentikan banyaknya aktifitas import.
"Stop import, import, import!" Tegasnya.
Pada saat menyampaikan pidato kenegaraannya, Presiden RI Joko Widodo tampak berbeda dari peserta rapat lainnya, yakni Presidan RI mengenakan pakaian adat Sasak Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Presiden Joko Widodo salah satunya menyampaikan permohonan izinnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk memindahkan Ibu Kota Negara ke Pulau Kalimantan, dimana dengan penuh pertimbangan-pertimbangan demi kebaikan Dan masa depan Negara Indonesia.
"Saya mohon izin kepada seluruh masyarakat Indonesia, mohon izin untuk memindahkan Ibu Kota kita ke Pulau Kalimantan," sampainya.
Rapat Penyaksian ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri, didampingi para Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, dihadiri oleh 22 anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, unsur Rorkopimda, Sekretaris Daerah Nopian Andusti, Para Asisten Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, serta OPD selingkup Pemprov Bengkulu. (Nay)









