MEDAN,eWARTA.co -- Seorang Karyawan Wanita yang bekerja di perusahan Handphone merk Oppo atau PT World Innovative Telecommunication, bernama Yulia Rahmi (26) yang sedang hamil muda dipecat dari pekerjaannya sebagai karyawan Oppo. Pemecatan dirinya dilakukan sepihak oleh oknum trainernya bernama Yesica Marianti Hutapea dan salesnya bernama Chandra Irawan tanpa ada kesalahan yang fatal dan memberikan surat peringatan (SP) pertama dan kedua sebelumnya.
Menurut informasi yang dihimpun, Yulia kepada wartawan mengatakan, dirinya dipecat karena dianggap Trainer dan Salesnya tidak memenuhi target penjualan dan penipuan absensi. Padahal, untuk target penjualan selalu bagus dan di atas rata - rata target yang diberikan oleh pihak Oppo Pusat.
"Alasannya itu bang karena dianggap tidak memenuhi target penjualan dan melakukan penipuan absensi sehingga itu saya dipecat," ujar Yulia kepada wartawan saat diwawancara di kediamannya Jalan Patumbak Medan, Sumatera Utara. Sabtu (13/02/2021).
Kata Yulia, pemecatan dirinya dilakukan sepihak. Sebab, dirinya juga belum pernah diberikan surat peringatan, baik SP 1 dan SP 2, sesuai peraturan UU Depnaker yang ada.
"Ironisnya, pada hari Jumat 12 Maret semalam pukul 10.00 WIB, saya dipanggil oleh Trainer dan Sales saya, di sana saya disidang, dan disuruh tanda tangan dua surat, yang janji Trainernya akan diberikan pertinggalnya kepada Yulia," cetusnya.
Namun, kata Yulia, setelah ditanda tangani kedua surat tersebut, Trainer dan Salesnya tidak menepati janjinya untuk memberikan pertinggal kedua suratnya kepada Yulia. Ia pun merasa keberatan dan merasa dibohongi. Sebab, hanya satu surat yang diberikan sekalipun itu hanya bisa difotokan melalu Handphonennya.
"Saya kan dibohongi di situ bang. Kemudian satu surat lagi yang tidak ada tanda tangan salah satu pimpinan dan juga tidak memakai kop surat Oppo tidak diberikan kepada saya dengan alasan hanya surat untuk kantor," menurut Trainernya (Yesica), ungkap Yulia kepada wartawan.
Merasa dirugikan, Yulia pun akan membawa permasalahan ini ke pihak Depnaker dan juga akan membuat laporan ke Kepolisian dengan membawa bukti - bukti yang ada. Dan berharap jika nanti ada tindak pidananya, pihak berwenang dapat memprosesnya.
"Saya rugi di sini. Saya akan bawa ke pihak Depnaker masalah ini. Bahkan hingga ke Pihak Polisi juga nantinya," tegasnya.
Yulia pun membeberkan kepada wartawan jika Trainer (Yesica) melalui bukti chattingan WhatsApp kepadanya sudah mengancam dirinya yaitu, tidak memberikan gaji dan surat refrensi jika tidak mau membuat surat resign (pengunduran diri).
"Hal tersebut bersifat adanya paksaan bagi saya. Bukti-buktinya saya punya dan jika dibutuhkan nantinya pasti saya ungkap semuanya," tandasnya.
Reporter : Sadar Laia









