Bengkulu, eWarta.co - Seiring waktu berjalan, fungsi media sosial mulai banyak disalahgunakan. Konten-konten bersifat negatif mulai bersebaran. Hal ini menjadi sebuah titik lemah penggunaan medsos di zaman sekarang.
Menyikapi fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Kominfo menyikapinya dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bijak dalam bermedsos, melalui sosialisasi penyebarluasan informasi melalui media sosial dengan tema “Cakap Digital Dengan Konten yang Sehat” di hotel Santika, Selasa (6/12/2022).
Kegiatan dibuka langsung oleh Walikota Bengkulu Helmi Hasan didampingi Wakil Walikota Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu AKBP Andi Dady Nurcahyo, Kajari Bengkulu Yunitha Arifin, Sekda Arif Gunadi, yang juga bertindak sebagai narasumber dalam sosialisasi.
Di momen ini, Helmi mengungkapkan dirinya merasakan suasana saat ini sudah berubah. Sikap sopan, santun, ramah tak ditemukan lagi di dunia medsos.
“Kita merasakan suasana berubah. Ada grup namanya surga, tapi isinya neraka. Di dalamnya sana sini ngupek (mengumpat). Ini suatu kejahatan, bisa dipersoalkan secara hukum, bahkan bisa masuk penjara karena status, share atau membuat statmen negatif,” ungkap Helmi.
Apalagi di Indonesia, netizennya dikenal paling ganas di dunia. Berdasarkan data terbaru, Indonesia berada di posisi 4 karena netizennya yang bar-bar. Konten-konten seperti Hoax, Scam, Penipuan, Ujaran kebencian, serta Diskriminasi terus mewarnai dunia medsos di Indonesia.
Tetapi di Kota Bengkulu sendiri, Helmi tak ingin hal itu terjadi, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam bermedsos. Bahkan ia ada cara tersendiri agar medsos bermanfaat di tengah masyarakat dan memberikan dampak positif.
“Dengan teknologi, pemerintah ingin membantu masyarakat. Saya, Wawali menyebarluaskan nomor whatsapp. Tujuannya apabila masyarakat ada masalah dan minta dibantu bisa menghubungi Walikota dan Wawali langsung tanpa bertemu,” tuturnya.
Ia juga menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan bermanfaat.
"Karena wajah itu tak penting, yang terpenting masalah itu selesai atau tidaknya. Alhamdulillah hal itu terus berjalan di Kota Bengkulu dan banyak masyarakat terbantu," tukasnya.
Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi cakap digital dihadiri beberapa Kepala OPD, Camat dan diikuti 210 peserta dari 67 Kelurahan.









