Bengkulu, eWarta.co -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyetujui rencana PT Pos Indonesia (Persero) merevitalisasi Kantor Pos Kelurahan Malabero Kecamatan Teluk Segara menjadi resto Pos Heritage.
Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi mengatakan pemugaran kembali kantor pos zaman kolonial ini untuk membangkitkan kembali nilai sejarah di dalamnya.
Apalagi kondisi serupa juga sudah dilakukan di tempat lain, seperti kawasan Kota Tua di Jakarta dan Medan. Hal ini mengingat usia kantor pos tersebut sudah sangat tua dan memiliki nilai sejarah. Sehingga perlu diperhitungkan jika untuk difungsikan kembali.
"Itu bangunan lama yang memiliki nilai sejarah, tapi dijadikan untuk kegiatan kekinian," kata Dedy, Jumat (2/12/2022).
Ia menilai selama proses perubahan tersebut tidak merubah bentuk bangunan, maka diperbolehkan. Hanya saja, lanjut Dedy, Pemkot mengingatkan pihak pengelola agar tetap menjaga bentuk bangunannya tanpa merubah agar tetap lestari.
"Kami akan selalu melakukan pengawasan agar cagar budaya di daerah tetap terjaga," ujar dia.
Sementara itu Eksekutif General Manager PT Pos Kantor Cabang Utama Bengkulu, Rodi Herawan menjelaskan pendirian destinasi pos heritage tersebut telah mengikuti peraturan yang ada.
"Kami menginginkan aset yang telah masuk dalam cagar budaya ini menjadi wisata heritage atau objek sejarah," kata Rodi.
Rodi mengungkap upaya revitalisasi tak bisa dilakukan secara mandiri melainkan harus melibatkan pihak ketiga untuk memugarkan bangunan tua kantor pos menjadi wisata sejarah.
"Dengan adanya kerjasama pemanfaatan, kami pastikan investor ini tidak merubah status, fungsi maupun struktur bangunan," ujar Rodi.
Selain sebagai upaya memberdayakan aset yang ada, pendirian Pos Heritage tersebut juga sebagai upaya mendekatkan dan mengenalkan sejarah dan benda-benda pos pada publik melalui destinasi wisata Pos Heritage.
Nantinya, konsep pos heritage dibentuk sedemikian rupa menjadi kedai dengan pojok filateli, dan pojok edukasi pos.
Rencananya peluncuran pos heritage akan dilakukan pada 25 Desember 2022 di mana saat ini progres revitalisasi masih pada tahap perbaikan dinding bangunan, atap dan lantai.









