Pemprov Bengkulu Tawarkan Komoditas Ekspor Perkebunan ke Malaysia

Create: Sat, 16/07/2022 - 21:57
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam pertemuannya dengan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditas Kerajaan Malaysia, Datuk Zuraida Binti Kamarudin, di Bengkulu, Sabtu (16/7/2022), menawarkan sejumlah produk hasil perkebunan seperti sawit, karet dan kayu hasil replanting.

Gubernur mengatakan upaya kerjasama ini dijalin melalui sebuah presentase potensi yang ada di mana setiap tahunnya pada produksi CPO dan turunannya mencapai 1 juta ton pertahun dari luasan lahan 214 ribu hektare. 

Kemudian pada komoditas karet dengan luasan lahan 103 ribu hektare lebih mampu menhasilkan sebanyak 106 ton getah karet. Ditambah potensi kayu hasil replanting yang ada tersebut diharap nantinya tidak akan lagi dibakar namun dapat dikelola menjadi industri perkayuan. 

"Kita paparkan potensi kerjasama industri, di mana dari segi produksi CPO dan turunannya itu potensinya lebih dari 1 juta ton pertahun. Ini untuk pengolahan produksi kan belum ada sama sekali, apalagi karet. Kemudian untuk limbah pohon sawit, usai direplanting, pohonnya hanya bisa kita bakar. Inilah yang menjadi pertimbangan agar dapat dikelola menjadi industri perkayuan dan sebagainya," papar Rohidin.   

Selanjutnya, langkah ini adalah kebijakan awal, yang mana nantinya kerajaan Malaysia dapat mendorong para pelaku usaha dan Badan Usaha setempat untuk dapat menjalin kerjasama melalui aktivitas ekspor. 

"Saya yakin ini bukan hanya kerjasama antar pemerintah. Sebagai pembuka nanti akan ada badan usaha Malaysia yang akan mengelola bekerjasama dengan BUMD Provinsi Bengkulu," sampai Rohidin.

Menteri Zuraida menanggapi positif atas rencana kerjasama bilateral ini. Ia mengatakan banyak potensi yang dapat diambil melalui pertemuan tersebut. 

"Selain komoditas yang tersedia, juga didukung dengan infrastruktur yang lengkap dan memadai. Jelas ini akan lebih mudah memasok potensi yang ada ke Malaysia nantinya," kata dia.  

Selain itu, demi menaikan nilai komoditas yang ada, Zuraida menyarankan agar bahan baku tandan buah segar sawit dikelola menjadi CPO dan turunannya tanpa harus terus mengekspor bahan mentahnya.

"Ketika diekspor dengan bahan sudah dikelola, jelas akan memiliki nilai jual yang lebih mahal dan dapat menunjang perekonomian Bengkulu," kata dia.  

Demikian halnya dengan komoditas karet, ia merekomendasikan agar dapat dikelola menjadi bahan baku landasan kapal terbang sebagai pengganti aspal curah. 

"Lalu pada pemanfaatan kayu hasil replanting juga dapat dikelola agar terhindar dari bencana kebakaran hutan," imbuh Zuraida. 

Hasil dari pertemuan ini, ia berharap akan ada kesepakatan kerjasama baik pada pemanfaatan ekspor maupun investasi. (Bisri)