BENGKULU,eWARTA.co - Sistem Layanan Administrasi Warga Elektronik (SLAWE) yang dihadirkan oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil) kota Bengkulu melalui pojok-pojok pelayanan dukcapil yang berada di Kelurahan ternyata masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Rasicha selaku Lurah Padang Nangka, Kota Bengkulu mengatakan, masyarakat di Kelurahan Padang Nangka belum semuanya paham terkait pojok layanan dukcapil menganai hadirnya program 'Aplikasi Slawe'.
"Aplikasi slawe itu kan langsung online, tetapi mereka mengurus dokumen dan persyaratnya itu masih kesini dulu baru Kedukcapil, karena sebagian besar warga kita bekerja serabutan dan masih minim IT.
Jadi, sekitar 55 persen lah warga yang menggunakan itupun bagi warga yang benar-benar pahamlah istilahnya", Ujar Rasicha, Jumat (1/4/2022).
Kemudian, untuk kendala program tersebut adalah kurangnya pemahaman dari masing-masing masyarakat itu sendiri.
"Ketika warga ini kita minta mengirimkan data melalui flasdish saja mereka sudah kebingungan, jadi harapan kita agar RT atau RW itu bisa adakan sosialisasi atau semacam acara seperti lewat arisan karena itu bagus", pungkasnya. (Septi)









