BENGKULU, eWarta.co — Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) semakin meluas di Provinsi Bengkulu. Data Bank Indonesia menunjukkan jumlah pengguna QRIS kini mencapai 319.580 pengguna.
Pertumbuhan juga terlihat dari jumlah pelaku usaha yang menyediakan QRIS sebagai pilihan pembayaran. Hingga kini, tercatat 258.272 merchant menggunakan QRIS atau tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perluasan penggunaan QRIS ikut mendorong peningkatan transaksi pembayaran digital di Bengkulu. Volume transaksi tercatat mencapai 62,5 juta transaksi dengan total nilai mencapai Rp5,8 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan transaksi digital di daerah. Masyarakat dan pelaku usaha dinilai semakin menerima pembayaran digital karena dinilai cepat, mudah, dan praktis.
Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS, khususnya di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat meningkatkan transaksi sekaligus mempercepat perputaran uang di masyarakat.
Wahyu mengatakan masih ada sebagian pelaku UMKM yang belum menggunakan QRIS karena menganggap adanya biaya transaksi sebagai beban usaha. Biaya tersebut merupakan Merchant Discount Rate (MDR) yang dikenakan kepada merchant untuk mendukung keberlangsungan dan pemeliharaan ekosistem pembayaran QRIS, sedangkan konsumen tidak dikenakan biaya tambahan saat membayar menggunakan QRIS.
Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS, Bank Indonesia berharap digitalisasi pembayaran tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat. Perkembangan tersebut juga diharapkan dapat mendorong aktivitas usaha dan memperkuat perputaran ekonomi di Provinsi Bengkulu.










