BENGKULU, ewarta.co -- Ratusan Anggota PGRI Provinsi Bengkulu menggelar aksi solidaritas terhadap Zaharman guru SMAN 7 Rejang Lebong yang menjadi korban penganiayaan wali murid, Rabu (9/8/2023).
Aksi yang diikuti lebih dari 385 orang guru perwakilan pengurus kabupaten/kota se Provinsi Bengkulu, dengan mengunjungi korban penganiayaan di Kota Lubuklinggau tempat menjalani perawatan medis.
Para guru mengawali aksi dengan berkumpul di GOR Curup untuk selanjutnya menggunakan 71 kendaraan roda empat bergerak ke Kota Lubuklinggau dengan pengawalan pihak kepolisian.
"Berterima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PGRI atas dukungan dan solidaritas atas kejadian yang menimpa bapak Zaharman," kata Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Zaharman, kepada wartawan.
PGRI menyatakan sikap mengecam perbuatan melanggar hukum tersebut, dan meminta kepada aparat hukum untuk profesional dalam penanganan kasus tersebut. Tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Ditambahkanya, segenap keluarga PGRI kecewa dan menyayangkan kejadian tersebut, semoga korban lekas sembuh dan keluarga tetap aman dalam menjalankan aktivitas harian.
Pihaknya, akan mendampingi proses hukum hingga tuntas. Apalagi telah ada MOU antara PGRI dengan Kapolri terkait penanganan dibidang hukum.
Kegiatan berakhir dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesembuhan Zaharman, serta kelancara peserta hingga kembali ke daerah masing-masing.









