Potensi Panas Bumi Bengkulu Dilirik Investor

Create: Wed, 01/06/2022 - 10:33
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Investor Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro Sengak 1 PT Apca Tirta Engineering perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement dan Construction (EPC) berencana menambah pasokan listrik sebesar 110 Mega Watt (MW) untuk kebutuhan listrik di Provinsi Bengkulu.

President Director APCA Tirta Engineering Aditya W Yosafat mengklaim, pihaknya telah berinvestasi untuk pengembangan pembangkit listrik dengan total 16 Mega Watt hingga tahun ini. 

"Nilai investasi daya listrik kami sebesar Rp500 miliar untuk besaran daya 16 MW mengaliri listrik Bengkulu dan ke depan akan ada tambahan 110 MW," katanya, Rabu (1/6/2022).

Aditya mengatakan ada 3 titik pengembangan kelistrikan yang dilakukan perusahaannya, yaitu 1 MW di Kabupaten Kepahiang, 5 MW di Bengkulu Tengah dan 10 MW di Lebong.

Sementara direncanakan akan ada tambahan 110 MW lagi di Kabupaten Kepahiang yang bersumber dari panas bumi atau geotermal. 

Rencana tersebut saat ini tengah dibahas pihaknya dengan pemerintah Provinsi Bengkulu dengan menyiapkan segala perizinannya. 

Terlebih, tak hanya pemenuhan daya listrik, perusahaan ini juga turut berencana mengembangkan perluasan jaringan internet desa.

"Kami siap berinvestasi 100 persen ke Bengkulu, mengembangkan dan membuat Bengkulu teraliri listrik dan terkoneksi internet dan wifi," ujarnya.

Menanggapi tawaran investasi tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut baik dan mendukung penuh berbagai bentuk investasi. 

"Kami jamin kemudahan berinvestasi, baik dari sisi perizinan yang bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Selanjutnya sistem keamanan yang terjamin serta berbagai fasilitas yang disediakan, mulai dari infrastruktur dasar, infrastruktur strategis dan disediakan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu," kata gubernur.

Panas Bumi Kepahiang 

Menutip portal panas bumi, lokasinya berada di antara Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Panas bumi di lokasi ini telah ditetapkan menjadi wilayah kerja panas bumi (WKP) dengan SK 2847 K/30/MEM/2012 tertanggal 27-09-2012.

WKP Kepahiang disebut juga dengan WKP Gunung Kaba, sebab memang sumber panas buminya berada di Gunung Kaba. Potensinya panas bumi di Kepahiang sebesar 74 MW (spekulatif) dan 180 MW (terduga). Dari potensi 180 MW tersebut, rencananya akan dikembangkan 110 MW. Ditargetkan beroperasi pada tahun 2025.

Lokasi pemanfaatan panas bumi Kepahiang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dari Bengkulu menuju Kepahiang yang berjarak sekitar 30 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam ke arah timur laut.

Sebagaimana di lapangan panas bumi lainnya, lapangan panas bumi Kepahiang pun mengeluarkan air panas alami ke permukaan bumi. Salah satu yang telah dimanfaatkan adalah air panas di Desa Pelangkian atau Taba Padang atau TWA Kabawetan. (Bisri)