Reses Dempo Xler, Warga Keluhkan Pemerataan Pendidikan

Reses Dempo Xler
Create: Fri, 11/06/2021 - 18:10
Author: Alwin Feraro

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Dapil I Dempo Xler menyerap aspirasi pelajar dan guru se Kota Bengkulu di Hotel Xtra, Jumat (11/6/21).

Dari aspirasi ini banyak ditemui masalah di dunia pendidikan mulai dari program beasiswa yang tidak merata juga ketersedian guru honorer.

"Salah satunya tidak ada pemerataan beasiswa bahkan ada yang tumpang tindih atau pilih kasih dari pemerintah," kata Dempo.

Hal ini kata dia tentu akan membawa ketimpangan di tengah masyarakat khususnya yang berada di daerah terluar dan terpelosok.

Kemudian sistem belajar yang tidak inovatif juga membawa dampak yang serius pada siswa.

"Bukan karena pelajar tidak ingin berprestasi, namun karena tidak ada kelas luar, mereka hanya disibukkan dengan belajar dari pagi sampai siang, dan pulang sekolah sudah diberikan tugas yang ful sehingga mereka tidak diberikan ruang bersosialisasi kepada masyarakat," kata Dempo.

Reses Dempo Xler, Warga Keluhkan Pemerataan Pendidikan

Sehingga lanjutnya, sosialisasi menjadi terhambat dan pembelajaran yang jenuh di era digital tetap berlangsung.

 Sementara aspirasi guru yang ia tangkap melalui reses adalah soal pemerataan pembangunan sekolah, baik ketersediaan kantor, lab komputer dan juga pagar keamanan.

"Lalu tenaga honor dan masalah dunia online," kata Dempo. 

Banyak sekolah yang tak mempunyai biaya untuk membayar gaji honorer membuat terjadinya celah konflik dan pelayanan pendidikan yang tidak optimal. Sehingga tidak sedikit hal ini menjadi temuan dari wali murid soal pengadaan komite maupun administrasi diluar itu dan berakibat terjadinya konflik.

"Juga jumlah guru yang tersebar di Provinsi Bengkulu tidak merata. Karena ada sekolah yang masih kekurangan guru. Hal itu disebabkan guru banyak memilih berada di kota," jelasnya. (Bisri)