Rejang Lebong, ewarta.co - Para saksi dari partai Nasdem diminta mengantisipasi berbagai model kecurangan yang dimungkinkan timbul saat pelaksanaan Pemilu 2019.
“Saat di TPS, lihat dimeja perhitungan suara, apakah ada paku yang mungkin bisa disalahgunakan,” kata Komisi Saksi Nasional Partai Nasdem, Leni Jhon Latif, disela-sela kegiatan Bimtek dan TOT Saksi Partai Nasdem se-Kab. Rejang Lebong.
Ditambahkanya, saat makan siang diusahakan berada di sekitar TPS. Karena jeda waktu tersebut sering digunakan oleh oknum yang akan curang.
Diharapkan juga para saksi agar memfoto formulir C1, sebagai pembanding jika nanti ada perubahan.
Mengirimkan perolehan suaa secara berjenjang, untuk nantinya dikompilasi ditingkat nasional.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Rejang Lebong, Susilawati, mengatakan agar Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan damai, jangan sampai peristiwa Pilkada 2010 ada pembakaran kantor instansi pemerintah terulang kembali. Agar Caleg dan pendukung Partai Nasdem banyak bersabar menghadapi polemik Pemilu.
“Ingat tujuan kita memenangkan Partai Nasdem dan Capres Jokowi, sesuai pesan Ketua Nasdem, Surya Paloh,” katanya.
Saat bertugas para saksi akan diberikan honor Rp. 200.000 perorang. Nantinya akan ada 806 saksi yang bertugas di TPS di seluruh Dapil.
Beberapa kewajiban para saksi diantaranya, seuruh saksi Partai Nasdem harus memilih Partai Nasdem, saksi di wajibkan mengambil formulir C1 dimana dia bertugas.
“Harus diketahui bahwa pada masing-masing TPS akan ada 2,5 persen surat suara tambahan cadangan, harus diperhatikan agar tidak disalah-gunakan,” tutupnya. (DD)









