Semangat Swadaya dari Taba Lagan: Menjaga Nyala Pendidikan Agama di Tengah Keterbatasan

Create: Mon, 03/08/2026 - 15:11
Author: Redaksi

 

BENGKULU TENGAH, ewarta.co – Di tengah keterbatasan fasilitas dan pendanaan, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Desa Taba Lagan, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, terus bertahan. Lembaga pendidikan Islam nonformal ini menjadi tumpuan utama pendidikan karakter dan agama bagi puluhan anak dari lima desa sekitar.

​Lembaga yang berdiri sejak 2010 ini beroperasi di bawah pembinaan Kementerian Agama. Selain fokus pada Madrasah Diniyah, MDTA Taba Lagan juga mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk menggembleng pemahaman Islam generasi muda di luar jam sekolah formal.

​Pimpinan MDTA Taba Lagan, Bukhori, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 89 santri aktif yang berasal dari lima desa, yakni Desa Pulau Panggung, Lagan Bungin, Bukit, Taba Lagan, dan Jaya Karta.

​“Fokus kami adalah memberikan pendidikan agama melalui pembelajaran Al-Qur'an dan materi keislaman lainnya,” ujar Bukhori.

​Guna mengomodasi jadwal para santri, kegiatan belajar dibagi menjadi dua sesi: sore hari setelah Salat Asar hingga Magrib, serta kelas malam seusai Salat Magrib. Kurikulum yang diajarkan mencakup baca-tulis Al-Qur’an, hafalan doa harian, dasar-dasar fiqih, hingga akidah akhlak.

​Dalam menjalankan operasionalnya, MDTA Taba Lagan didukung oleh enam tenaga pengajar berdedikasi tinggi. Bukhori menyebutkan, tantangan terbesar yang mereka hadapi saat ini adalah keterbatasan finansial dan pemenuhan regulasi administrasi.

​Hingga kini, operasional lembaga hanya mengandalkan iuran swadaya santri sebesar Rp15.000 per bulan. Adapun fasilitas bangunan berdiri di atas lahan hibah keluarga dan masyarakat setempat yang dibangun secara gotong royong.

​“Bangunan ini berdiri berkat swadaya masyarakat dan bantuan pribadi. Di sisi lain, persyaratan administrasi seperti legalitas yayasan dan akreditasi kini makin ketat. Namun, kami terus berupaya memenuhinya agar ke depan bisa mengakses program bantuan pemerintah,” tutup Bukhori, seraya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah.