Sidak Ketua Dewan, Suprianto: Gedung Balai Adat Akan Difungsikan Untuk Kantor Dispar

Ketua DPRD Kota Bengkulu, Suprianto
Create: Thu, 07/11/2019 - 16:43
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Melihat kondisi Gedung Balai Adat terbengkalai sekian lama, Ketua dan Komisi II DPRD Kota Bengkulu lakukan inspeksi mendadak (sidak) guna mengecek kondisi gedung tersebut.

Gedung Balai Adat yang nantinya akan diusulkan menjadi Kantor Dinas Pariwisata Kota Bengkulu ini terlihat tidak terawat dan kerusakan yang cukup lumayan.

Saat dilakukan pengecekan, terbukti bahwa gedung teersebut menjadi sarang penggunaan zat aditif, entah itu anak-anak, remaja, atau orang dewasa, karena banyak ditemukan bekas lem aica, bungkus obat batuk, dan semacam obat yang tergolong keras dan membuat pengonsumsi menjadi ngefly.

Ketua DPRD Kota Bengkulu Suprianto mengatakan, tujuan dari sidak ini sebenarnya ingin mengecek bangunan yang terbengkalai, melihat juga kantor Dinas Pariwisata Kota Bengkulu juga memperihatinkan, untuk itu nanti akan diusulkan pemindahan ke gedung Balai Adat yang telah lama tidak berfungsi ini.

Karena lokasi Gedung Balai adat yang terbengkalai ini sangat strategis, tepatnya dijalan Ahmad Yani Malabero kota Bengkulu, pihak dewan kota Bengkulu menilai bahwa bangunan ini memang pantas untuk diberikan Kantor Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.

"Kalau kami menilai, bahwa gedung ini layak untuk dijadikan Kantor Dinas Pariwisata, karena memang lokasinya sendiri dekat dengan pariwisata, dengan benteng, dengan pantai, Kan semuanya dekat, event tabut kan juga disini, nah saya rasa memang pas kalau ini memang dijadikan kantor Pariwisata," katanya, Kamis (7/11).

Jika disetujui, gedung yang dibangun pada masa pemerintahan Walikota Ahmad Kanedi (Bang Ken) ini nantinya akan direhab kembali, dengan kisaran dana yang dikeluarkan Rp 6,2 miliar.

"Yang jelas begini, mungkin nanti yang bawah kita jadikan kantor, ruangan bawah ini dijadikan tempat event-event, gedung serbaguna, mungkin juga bisa disewakan, kalau ada yang mau pesta dan segala macam kan begitu, jadi bisa menghasilkan padi untuk kota Bengkulu ini sendiri," tukasnya.

Terkait resmi atau tidaknya gedung ini menjadi Kantor Dinas Pariwisata, pihak dewan akan melakukan upaya pengusulan terlebih dahulu. (Nay)