Tak ada Jembatan, Keluar Masuk Warga Desa Simpang Seluma Harus Menyeberangi Sungai

Create: Mon, 26/05/2025 - 11:16
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Rencana pembangunan jembatan desa Simpang kecamatan Seluma utara dan seluruh pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang bersumberkan dari APBD Kabupaten Seluma tahun 2025 terpaksa ditiadakan. Meskipun demikian saat ini pemerintah Daerah Kabupaten Seluma tetap berupaya melakukan pembangunan untuk kepentingan masyarakat setempat. 

Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan, meskipun pembangunan fisik di tahun 2025 yang bersumberkan dari APBD tidak ada, namun saat ini pemda Seluma terus berupaya mencari sumber dana lainnya dari pemerintah pusat. 

"Intinya semua yang jelek harus kita perbaiki tinggal kita menuggu prioritas, menunggu anggaran, dan semuanya akan saya perjuangan dengan pak Wabup. 

"Pemda Seluma bukan hanya mengajukan pembangunan untuk jembatan Desa Simpang saja, namun pengajuan juga dilakukan untuk pembangunan infrastruktur sekala prioritas lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Seluma. 

"Semuanya sudah diajukan, semua titik yang kira-kira sudah lengkap administrasinya surat menyurat sudah lengkap semua titik kami ajukan, " Sambungnya. 

Turut dikatakan, jawaban dari pemerintah Provinsi ataupun pemerintah Pusat terkait proposal pembangunan yang sudah diajukan, nantinya akan disampaikan di rapat paripurna DPRD Kabupaten Seluma pada Agustus 2025 mendatang. 

"Kita terus berusaha kita tunggu sampai Agustus tahun ini dan akan di bacakan saat paripurna, " Jelasnya. 

Terpisah, Kepala Desa Simpang Rezon Ependi, mengatakan, proposal untuk pembangunan jembatan sudah sering di ajukan oleh pemerintah Desa ke Pemerintah Daerah. Meskipun ditahun 2025 tidak ada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, masyarakat Desa Simpang masih berharap penuh jembatan di Desa tersebut dapat dibangun sesegera mungkin. 

 "Kalau berharap, kami pemerintah Desa dan Seluma masyarakat Desa Simpang terus berharap, kini masyarakat umum, anak sekolah kalau mau keluar Desa terpaksa meyebrangi sungai, terkadang kalau debit air tinggi karena disebabkan hujan, Anak-anak terpaksa terpaksa tidak masuk sekolah, " Tuturnya. (Rns)