Tingkatkan Keamanan PJAS, BPOM Bengkulu Edukasi Masyarakat Sekolah

Create: Mon, 30/05/2022 - 16:11
Author: Redaksi

 

Bengkulu, eWARTA.co -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melaksanakan kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Jajanan Anak Usia Sekolah (PJAS) terhadap beberapa sekolah di dua kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Dilaksanakan di Mercure Hotel Bengkulu, Senin (30/5/2022), sosialisasi ini menyasar pada warga sekolah yang memiliki keterlibatan dalam penyedian pangan sekolah seperti kepala sekolah, guru maupun pemilik kantin. 

Kepala BPOM di Bengkulu, Yogi Abaso mengatakan sosialisasi keamanan pangan jajanan anak usia sekolah merupakan salah satu tahap dalam rangkaian intervensi PJAS yang merupakan salah satu program nasional kegiatan pemberdayaan masyarakat di Badan POM.

"Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi anak usia sekolah serta memastikan anak usia sekolah khususnya, dan komunitas sekolah umumnya, memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku dalam memilih pangan yang aman sehingga dapat melindungi dirinya dari pangan yang membahayakan kesehatan," papar Yogi.

Sosialisasi intervensi PJAS ini meyasar pada masyarakat sekolah di Kabupaten Mukomuko dan Seluma. BPOM berusaha menciptakan kader keamanan pangan di sekolah yang nantinya dapat menjadi perpanjangan tangan Badan BPOM Bengkulu dalam melihat, mengevaluasi keamanan pangan di sekolah sebelum dikonsumsi oleh siswa.

"Kemudian ada sosialisasi materi keamanan pangan sekolah yang nantinya kami sampaikan, terutama potensi kontaminasi jajanan pangan sekolah yang berakibat pada timbulnya penyakit maupun prilaku keracunan makanan," kata Yogi. 

Yogi juga mengajak agar warga di lingkungan sekolah untuk lebih pandai melakukan Cek KLIK atau cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluarsa pada produk kemasan yang dijual di sekolah. 

"Sehingga ini nantinya dapat menjadi pedoman, apakah produk yang dijual atau dikonsumsi memiliki standar keamanan atau tidak. Nah, nantinya guru ataupun pemilik kantin dapat memilah mana pangan yang layak dijual atau dikonsumsi oleh siswanya," demikian Yogi.

Selanjutnya sosialisasi dilanjutkan dengan pengisian survei terkait pengetahuan dan pemahaman yang telah disampaikan oleh pihak BPOM. (Bisri)