Tren Meningkat, Transaksi Pasar Modal di Bengkulu Capai Rp 2,07 Triliun

Create: Tue, 26/01/2021 - 08:53
Author: Alwin Feraro
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Tren transaksi pasar modal di Bengkulu terus meningkat seiring terciptanya transformasi ekonomi digital di masa pandemi. Tercatat hingga Januari 2021 angka transaksi mencapai Rp 2,07 triliun selama pemberlakuan pembatasan sosial masa pandemi COVID-19 oleh pemerintah.

Jumlah investor pasar modal secara keseluruhan naik sebesar 68,2 persen di sepanjang Tahun 2020, di antaranya investor saham meningkat sebesar 46,2 persen, jumlah SRE meningkat sebesar 59 persen di tahun 2020 dan jumlah investor yang melakukan login ke AKSes meningkat sebanyak 60 persen.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia perwakilan Bengkulu, Bayu Saputra Ramadhan menyebutkan rata-rata investor aktif per bulan yang bertransaksi di pasar modal pada tahun lalu juga naik signifikan sebesar 82 persen.

Bayu mengungkap mayoritas investor saham berstatus sebagai pelajar mahasiswa sebanyak 42,3 persen dan pegawai swasta 26,8 persen dengan jumlah laki-laki 55 persen. 55 persen para investor saham justru berusia di bawah 25 tahun.

Sementara itu, inklusi tertinggi berada di Kota Bengkulu 48,5 persen dan Kabupaten Rejang Lebong 11,9 persen. Lalu mayoritas investor saham berdomisili di Kota Bengkulu 52,4 persen dan Kabupaten Rejang Lebong 12,6 persen.

Sebagian besar jenis efek yang dimiliki oleh para investor adalah saham sebanyak 63 persen.

Adapun jumlah frekuensi transaksi saham yang dilakukan, tambah Bayu sebanyak 517920 kali dengan Indo Premier Sekuritas adalah anggota bursa dengan jumlah nasabah terbanyak disusul oleh FAC Sekuritas dan MNC Sekuritas.

Bagi kamu yang berkeinginan menjadi investor saham di bursa efek, BEI Bengkulu menempatkan 9 galeri investasi yang terletak di FEBI IAIN Bengkulu, FH dan FEB Unib, Kampus 4 UMB, FE Unihaz, FSEI IAIN Curup, Unived, STIA Bengkulu dan di Kantor HSS Properti (PT Beton Bangun Persada).

Selain menguntungkan, investasi pasar modal turut menjadi penggerak roda ekonomi jangka panjang yang perlu dipelajari. (Bisri)