JAKARTA,eWARTA.co -- Di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan upacara HUT RI ke 75 dilaksanakan secara virtual. Hanya Presiden Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin, beserta sejumlah kepala lembaga seperti Ketua MPR, Ketua DPR serta Panglima TNI dan Kapolri yang terlihat hadir di Istana.
Pelaksanaan upacara masih terlihat sama dengan menggenakan baju tradisional. Presiden Jokowi memilih menggunakan baju adat Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Presiden Jokowi mengenakan kain motif kaif berantai nunkolo.
Yang menarik adalah pakaian adat yang dikenakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Mengikuti upacara secara virtual, Mahfud tampak mengenakan pakaian adat Madura, Sakera. Pakaian ini identik dengan baju yang dikenakan penjual sate asal Madura. Baju tersebut terdiri dari baju hitam longgar atau Pesa’an dan celana hitam longgar atau Gomboran.
“Indonesia kan bersatu dalam keberagaman, beragam kedaerahan dan keagamaan. Yang bisa ditunjukkan secara fisik salah satunya dengan busana tradisional, alhamdulilah sekarang saya bisa ikut. Ya saya kan orang Madura, jadi dalam kesempatan baju tradisional ini, saya menggunakan baju khas Madura ini,” ujar Mahfud dikutip dari IDNTimes.com, Senin (18/8/2020).
Menurut Mahfud, baju tradisional Madura memiliki nilai tersendiri. Warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah. Ini merupakan sifat kerja khas dari rakyat Madura. Sedangkan bajunya yang serba-longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang Madura. Selain itu, bentuk baju yang sederhana melambangkan kesederhanaan.
Mahfud MD juga menggunakan ikat kepala kain atau Odheng. Ujung simpul berbentuk huruf alif, penanda keesaan tuhan, menunjukkan ketaatan masyarakat Madura sebagai pemeluk Islam.
“Ini baju khas tukang sate Madura ini, orang Madura semua bangga Indonesia merdeka. Sekarang semua anak, anak tukang sate, anak petani bawang, kini karena Indonesia merdeka bisa jadi jenderal, bisa jadi dokter, profesor, bisa jadi apa saja. Karena itu kita harus terus mensyukuri nikmat kemerdekaan,” ucapnya. (red)









