Viral Hina Palestina, MS Minta Maaf dan Akui Menyesal

Viral Hina Palestina, MS Minta Maaf dan Akui Menyesal

 

BENGKULU,eWARTA.co -- MS (16) mantan siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bengkulu Tengah (Benteng) meminta maaf atas videonya yang viral dan beredar di media sosial beberapa waktu lalu. 

"Dari akun Tiktok yang saya buat, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Negara Palestina, masyarakat Indonesia, Bengkulu dan Bengkulu Tengah yang tersinggung atas unggahan saya," kata MS. 

Atas perbuatannya MS dikeluarkan pihak sekolah melalui sidang sekolah yang dihadiri komite sekolah, dewan, kepolisian, TNI dan pemuka agama setempat.

Atas kejadian ini, MS mengakui kesalahannya tanpa disengaja melainkan hanya ingin viral. 

"Saya siap menerima konsekuensi dari apa yang saya perbuat. Sekali lagi saya minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan saya ini," tambah MS.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah Bengkulu Tengah yang juga anggota dewan, Arsyad Hamzah mengatakan MS siswi yang status usianya masih di bawah umur telah melalui proses penyelidikan namun tidak mendapat sanksi hukum di kepolisian. 

"Hasil pemeriksaan oleh kepolisian, MS tidak dalam niat sengaja, ada rasa sakit hati, ataupun ingin melukai perasaan banyak orang melainkan hanya ingin viral di media sosial," kata Arsyad.

Arsyad menilai MS dalam kondisi pemikiran yang belum stabil dan tengah mencari jati diri sehingga keinginan untuk viral dilakukan melalui kondisi apa saja. 

Kendati demikian, kata Arsyad, MS diminta untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya dan menerima konsekuensi dari pihak sekolah. 

Ditambahkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Karang Tinggi Bengkulu Tengah, Adang Parlindungan, mengatakan oknum siswi tidak seharusnya mendapat perundungan.

Apalagi usia di bawah umur, lanjut Adang, anak masih memiliki hak dan kewajiban untuk belajar sehingga kesalahan sosial tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab anak.

"Okum siswa ini sudah mengakui kesalahannya dan pihak keluarga telah meminta maaf. Ada baiknya video itu kita hapus dan kepada masyarakat meredam semua isu ini agar anak tidak mengalami gangguan psikologis," kata Adang. 

Atas kejadian ini, pihak sekolah pun mengembalikan MS kepada pihak keluarga untuk mendapat pendampingan secara intensif.

"MS sekarang kami kembalikan lagi sama orangtuanya," kata Kepala Sekolah SMAN 1 Benteng, Eka Saputra. (Bisri)