BENGKULU,eWARTA.co -- Gubernur Bengkulu melalui Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Yuliswani mengatakan, pemerintah Provinsi Bengkulu telah berupaya menggairahkan dunia pariwisata pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ini disampaikan Yuliswani usai Rapat Kordinasi Stimulus BBI Untuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara virtual, Jumat (18/9).
"Pemerintah Provinsi Bengkulu telah lebih dulu melakukan program stimulus pariwista melalui program pembelian produk-produk UMKM yang terdampak Covid-19 dengan dana APBD," sebut Yuliswani.
Pernyataan Yuliswani ini menjawab realisasi dari tiga program utama pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional. Tiga program utama tersebut yaitu, Hibah Pariwista, Sertifikasi CHSE atau Cleanliness, Health and Safety (Kebersihan, kesehatan dan keamanan) serta Stimulus Pariwisata. Dari ketiga program tersebut, Provinsi Bengkulu salah satu dari 21 Provinsi yang mendapatkan anggaran sertifikasi CSHE.
Mantan Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Bengkulu ini berharap pemerintah pusat juga menggelontorkan dana untuk stimulus pariwista melalui program pembelian produk-produk UMKM.
Memparekraf RI Wishnutama dalam video conference menjelaskan, diluncurkannya program utama tersebut sebagai tatanan 'new normal' atau kenormalan baru di bidang destinasi wisata. Menurutnya, hal ini merupakan strategi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar masyarakat nantinya dapat tetap produktif dan aman dari Covid-19.
"Hibah pariwisata untuk meningkatkan protokol kesehatan di destinasi wisata sehingga menciptakan rasa aman. Begitu juga dengan Sertifikasi CSHE yang diberikan secara gratis terhadap tempat usaha untuk memberikan rasa aman bagi konsumen," jelas Whisnuutama. (Adv)









